Tuesday, May 24, 2011

Berkas PT PLN Cabang Barabai Siap Disidangkan

BANJARMASINÄ Ä © Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, ke depannya bakal
ramai, karena selain fungsinya sudah mengganda yakni sebagai
pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk wilayah Kalimantan
Selatan.
Á ÁJadi PN Banjarmasin sebagai Pengadilan Tipikor akan mengadili
atau menyidangkan perkara tindak pidana korupsi yang terjadi di
wilayah Kalimantan Selatan.
Á ÁPengoperasian sidang Pengadilan Tipikor sudah menjalani sidang
perdana pada Senin (23/5) kemarin, yakni masalah gratifikasi di
Departemen Agama Kalimantan Selatan, yang menyeret Drs H Syafrudin
sebagai tersangkanya.
Á ÁPerkara tindak pidana korupsi yang telah masuk PN Banjarmasin
mulai bertambah, dengan masuknya berkas dugaan korupsi pada PT PLN
Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Cabang Barabai.
Á ÁDikatakan penitera Pengadilan Tipikor Mulyadi, berkas kasus
korupsi pada PT PLN Kalsel©Teng Cabang Barabai, Kabupaten Hulu
Sungai Tengah telah sampai PN Banjarmasin, Selasa (24/5) kemarin.
Á ÁIa pun masih mempelajari berkas tersebut, agar memahami dan
mengerti tentang isi berkas yang diperkirakan berisikan ratusan
halaman, karena dilihat dari tebalnya berkas tersebut.Á x x A Á
Á Á"Berkasnya baru saja sampai dan kita masih mempelajarinya,"
katanya.
Á ÁDiketahui berkas tersebut sudah lengkap tinggal menentukan
hari persidangan saja lagi, karena dari berkas tersebut terdakwanya
sudah cukup jelas, begitu pula dengan majelis hakim yang akan
memimpin persidangan serta jaksa penuntut umum (JPU).
Á ÁKetika disinggung mengenai sidang perdana kasus PT PLN itu
tentang penjadwalan sidang, ia mengatakan dalam waktu dekat akan
disidangkan.
Á Á"Rencananya Senin tanggal 30 Mei 2011 ini sidang perdana akan
kita gelar, karena majelis hakim dan JPU telah kita hubungi dan
beritahu," uangkapnya.
Á ÁPada sidang kasus korupsi PT PLN cabang Barabai ini, majelis
hakim yang memimpin persidangan adalah Tongani SH, bersama dua
hakim anggota Dana Hanura SH MH dan Samhadi SH MH, dengan jaksa
penuntut umum (JPU) Hadi Winarno SH.
Á ÁSedangkan yang menjadi terdakwanya adalah Naryono Se, mantan
asisten manajer bagian niaga dan pelayanan pelanggan pada Cabang
Barabai PT PLN (Persero) Wilayah Kalsel©Teng.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Sidomulyo Raya No 036 RW 009
Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kota Banjarbaru ini dituduh telah
melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa
sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut atau
diteruskan, secara melawan hukum telah melakukan perbuatan
memprkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang
dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Á ÁTerdakwa dijerat pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31
Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1)
ke©1 KUHP, sebagaimana dalam dakwaan primair.
Á ÁSementara itu dalam dakwaan subsidair terdakwa dijerat pasal
3 jo pasal 18 Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan
UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiÔ h) 0*0*0*° ° Ô jo pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Á ÁTerdakwa diduga telah menyalahgunakan kewenangannya
sebagaiasisten manager niaga dan pelayanan pelanggan PT PLN Cabang
Barabai, karena akibat perbuatannya itu telah menguntungkan orang
lain yaitu pelanggan PT PLN Cabang Barabai. Akibat perbuatan
terdakwa negara dirugikan sekitar Rp271.339.710. Ã Ãris/adi

No comments: