Friday, April 22, 2011

Warga Menangkan Gugatan Tanah

BANJARMASIN © 113 warga Desa Riam Adungan, Kecamatan Kintap,
Kabupaten Tanah Laut pantas berbahagia, karena gugatan mereka
kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanah Laut dan PT Malindo
Jayadiraja dimenangkan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
Banjarmasin, baru©baru tadi.
Á ÁAlhasil, lahan warga seluas 580 hektar yang sebelumnya diklaim
PT Malindo sebagai miliknya berdasar sertifikat Hak Guna Usaha
(HGU) No 16/1999 oleh majelis hakim Maria SH dkk dikembalikan
kepada warga.
Á ÁMenurut kuasa hukum warga, Abdul Kadir SAg SH, warga memiliki
bukti kuat sudah menguasai lahan tersebut sejak lama, sesuai segel
sporadik 1986 bahkan ada sebagian yang memiliki Sertifikat Hak
Milik (SHM) mulai tahun 1996.
Á Á"Ini merupakan kebahagiaan bagi warga, karena sekian lama tak
memiliki kejelasan dan kebingungan, meski pun warga masih tetap
menguasai lahannya, di samping PT Malindo yang terus mengklaim,"
tukas Kadir didampingi Bahrani, mantan pembakal setempat serta
Yusran, tokoh warga.
Á ÁMenurut Kadir, warga sudah puluhan tahun menguasai lahan
berdasar segel dan memanfaatkan lahannya dengan beternak, menanam
pohon sengon, karet dan lain©lain.
Á ÁMajelis hakim, lanjutnya, dalam perkara No 02/G/2011/ PTUN
Banjarmasin, yang berjalan sejak bulan Januari, akhirnya memutuskan
pada Rabu (20/4), lahan 580 hektar menjadi milik warga, dan HGU PT
Malindo dibatalkan.
Á Á"Kami selaku warga Desa Riam Adungan mengucapkan terima kasih
atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin yang
mengabulkan gugatan yang diajukan oleh warga Desa Riam Adungan atas
pembatalan pemberian Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Malindo Jaya
Dirajat," ujarnya, kemarin (21/4) siang.
Á ÁSelain mengabulkan gugatan pencabutan atas HGU PT Malindo.
PTUN Banjarmasin juga menunda pelaksanaan kegiatan atau aktivitas
PT Malindo sampai mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah).
Á ÁIa menjelaskan, selama ini warga di kawasan Kintap yang
lahannya sudah dijadikan HGU oleh PT Malindo tidak pernah tahu
mengenai hal tersebut. Ada tiga desa yang masuk dalam HGU PT
Malindo, yakni Desa Salaman, Desa Sungai Cuka, dan Desa Riam
Adungan. "Selain Desa Riam Adungan, saya tidak tahu apakah Desa
Salaman dan Desa Sungai Cuka juga melakukan gugatan terhadap PT
Malindo," bebernya.
Á ÁPadahal, PT Malindo tak kurang memiliki HGU seluas 3.000
hektar. Lahan yang dijadikan HGU tersebut terjadi sekitar tahun
1980 dan rencanya lahan dijadikan kebun sawit atau karet.
Á ÁPadahal, lahan tersebut sebelumnya sudah dimiliki warga. Hal
tersebut bisa dibuktikan dengan segel yang dimiliki warga. Ã Ãadi

No comments: