Sunday, April 3, 2011

Tersangka Malah Ketawa

BANJARMASINÄ Ä © Jajaran Sat Narkoba Polresta Banjarmasin, menggelar
tangkapan dua orang tersangka bandar narkotika antar pulau. Mereka
ditangkap di Hotel Pandan Sari kamar 306 Jl Gatot Subroto,
Banjarmasin, Rabu lalu.
Á ÁSebanyak 562 butir ineks ditemukan aparat dari tangan Herman
(30), warga Jl Pekapuran Raya Gg Smada RT II Banjarmasin, bersama
bandar lainnya, Anwar (30) yang memiliki dua alamat, warga Jl
Batulicin Tanah Bumbu (Tanbu) kawasan Pagatan, dan warga
Kotawaringin Timur (Sampit) Kalteng.
Á ÁDiakui Herman (30) saat di Mapolresta Banjarmasin, Minggu
(3/4) kemarin, ia bukan bandar. "Saya tak mengerti masalah barang
ineks, kita hanya berhubungan via telepon seluler dan facebook,
dengan seorang wanita yang baru dikenal selama satu minggu. Saya
hanya disuruh ambil barang di Hotel Pandan Sari, dan dikasih upah
Rp2 juta," katanya tertunduk lesu.
Á ÁSedangkan temannya, Anwar (30), seorang sopir batu bara
mengakui, barang sebanyak itu 562 butir ineks adalah titipan orang
dan ia juga diupah Rp2 juta. "Namanya juga tak tahu, ia hanya
dibilang Mr X dan Ms X. Barang dijemput dari Bandara Syamsudinnoor
Banjarbaru," katanya sambil tertawa.
Á ÁDitambahkan, ia tak mengetahui nilai seluruh pil itu, namun
sebutir dihargai Rp270 ribu. "Saya hanya kurir bukan bandar ineks.
Rencanya ineks itu akan dibagikan kembali di Banjarmasin, dan ada
kurir yang datang," sanggahnya.
Á ÁKapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib SIK
didampingi Kasat Narkoba Kompol Christian Rony SIK serta Kanit Idik
II Iotu Andre Hutagalung menerangkan, pihaknya telah mengungkap dua
pelaku narkotika sebanyak 562 butir. "Semuanya asli, bukan palsu,
termasuk tiga buah HP sebagai sarana juga disita," katanya Minggu
(3/4).
Á Á"Kita masih mengembangkan kasus. Pemasok barang diketahui dari
DKI Jakarta. Tersangka berinisial A masih dalam pengejaran aparat
saya, ia yang serahkan barang ke Anwar, dari Anwar diserahkan ke
Herman," ucapnya tersenyum.
Á ÁKapolresta berharap dan mengimbau kepada masyarakat
Banjarmasin, termasuk para pengelola perhotelan, supaya berhatiªhati, bila ada indikasi orang (tamu) memiliki nNarkotika. "Jangan
sungkan©sungkan lapor ke Mapolresta Banjarmasin, itu sesuai
perintah dari atasan saya Kapolda Kalsel, Brigjen Pol Drs
Syafruddin," tuturnya.
Á ÁDikatakan, dua tersangka itu bukan masuk dalam jaringan
narkotika di LP. "Mereka adalah jaringan baru, dari DKI Jakarta
yang masuk Banjarmasin, jaringan antar pulau. Mereka akan kita
jerat pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Doakan aparat saya bisa tangkap bandarnya di DKI Jakarta,"
tegasnya. Ã Ãzal/adi

No comments: