Wednesday, April 20, 2011

Puting Beliung Tewaskan Tiga Penumpang Kelotok

BANJARMASINÄ Ä © Puting beliung terjang daerah perairan Sungai Buluh,
tewaskan tiga orang yaitu Imah (40), Inah (25), Muhammad Amin (4)
warga Desa Rantau Bujur Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu
Sungai Tengah, setelah perahu kelotok yang ditumpangi terbalik dan
tenggelamkan penumpangnya, Selasa (19/4) sekitar pukul 18.00 Wita.
Á ÁKorban terdiri dari nenek Inah dan cucunya Muhammad Amin
berhasil ditemukan sekitar pukul 20.00 Wita setelah kejadian,
sedangkan Inah ditemukan Rabu (20/4) sekitar pukul 12.00 Wita,
setelah tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), SAR dan
masyarakat setempat secara bersama©sama turun melakukan pencarian
di sekitar lokasi kejadian.
Á ÁSebelumnya pada awal tahun 2011, di lokasi yang sama pernah
terjadi terjangan puting beliung yang menenggelamkan satu buah
perahu klotok dan menewaskan tujuh orang penumpang di dalamnya.
Á ÁLokasi berawa Sungai Buluh memang terkenal oleh warga
masyarakat setempat dengan lokasi rawan tiupan angin kencang puting
beliung yang mampu menjungkirbalikan perahu kelotok berukuran
besar.
Á ÁKepala BPBD Provinsi Kalsel, H Zainal Ariffin, yang dihubungi
melalui via telpon, Rabu (20/4) mengatakan, evakuasi tiga korban
terjangan angin puting beliung sudah dilakukan.
Á ÁKetiga jenazah yang sudah terbujur kaku tidak bernyawa lagi,
ditemukan tim BPBD, SAR dan masyarakat tidak jauh dari lokasi
terbaliknya perahu kelotok. Kini ketiga korban tewas sudah dibawa
pulang ke rumah korban yang berjarak tidak jauh dari lokasi
kejadian.
Á ÁKejadian bermula pada hari Selasa di Desa Rantau Bujur
Kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten HST, cuaca memang tidak
mendukung dengan tiupan angin yang sangat kencang. Ditambah lagi
daerah perairan Sungai Buluh yang berawa memang rawan terjadinya
angin puting beliung yang kadang datang secara mendadak.
Á ÁBahkan hembusan angin kencang berupa puting beliung pada saat
itu, meurut warga sekitar mampu menyapu perumahan penduduk yang
berada di sekitar tepian perairan sungai Buluh, hingga
menghancurkan sebagian rumah penduduk.
Á ÁKebetulan pada hari naas tersebut, ketiga korban yaitu Ibu
Imah bersama anak dan cucunya Inah dan M Amin masih berada di dalam
perahu kelotok dengan tujuan mau pulang ke rumahnya.
Á ÁDi tengah perjalanan pulang, tiupan angin puting beliung
dengan cepat menyapu perahu kelotok yang ditumpangi ketiganya
sempat terguncang, hingga akhirnya terbalik menghempaskan ketiga
korban ke dalam air sungai berawa tersebut.
Á ÁSebenarnya masyarakat sekitar sudah pernah diberitahukan untuk
selalu waspada kalau terjadi angin kencang bertiup dari daerah rawa
Sungai Buluh, warga diharuskan mencari tempat aman untuk
berlindung. rds/adi

No comments: