Monday, April 18, 2011

Polda Dituntut Usut Tuntas Pembunuhan Guru SD

BANJARMASINÄ Ä © Puluhan warga yang tergabung dari ormas Pemuda
Pancasila dan Pemuda Islam, mendatangi kantor Dit Reskrim Polda
Kalsel, Senin (18/4) pagi kemarin.
Á ÁLembaga masyarakat sebagai sosial kontrol ini mengharapkan
pihak kepolisian mengusut tuntas kembali kasus pembunuhan yang
telah menewaskan salah seorang guru olahraga, Hadriansyah, di
daerah Tanah Bumbu (Tanbu).
Á ÁDalam orasinya, orator, H Hasan meminta pihak kepolisian
khususnya Polda Kalsel yang saat ini telah menangani kasus
pembunuhan yang terjadi pada tahun 2004 itu, untuk serius
mengungkapnya.
Á ÁMenurutnya, dalam temuan baru yang mereka dapat, dari salah
seorang terdakwa yang telah menjalani hukuman, pelakunya lebih dari
dua orang, bahkan pembunuhan yang dilakukan pelaku juga ada dugaan
kuat suruhan dari salah seorang pengusaha batu bara berinisial HI.
Á Á"Kami tahu saat ini pihak Polda telah kembali menangani kasus
pembunuhan guru olahraga di Tanbu, namun kami meminta pihak Polda
supaya mengusut tuntas pelaku maupun dalang dari pembunuhan
tersebut," katanya.
Á Á"Kami telah mendapat rekaman pengakuan salah seorang dari
tersangka yang sempat menjalani proses hukum, dan mengatakan kalau
pelakunya sebenarnya lebih dari dua orang dan memang ada yang telah
menyuruh," tegas Hasan.
Á ÁDikatakannya, pihak kepolisian setempat memang telah melakukan
penangkapan kepada pelaku dan menyeret dua pelaku ke persidangan,
namun di persidangan, kedua pelaku hanya dijerat oleh jaksa
penuntut umum (JPU) dengan pasal 170 dan 351 KUHP, hingga akhirnya
kedua terdakwa dijatuhi hukuman tiga dan empat bulan.
Á Á"Apa yang telah dijatuhkan pengadilan kepada kedeua terdakwa
tersebut sangatlah bertentangan, karena perkara pembunuhan yang
jelas©jelas berencana masa terdakwa hanya dijatuhi hukuman selama
tiga dan empat bulan saja," ungkapnya.
Á ÁDengan adanya pengaduan pihak masyarakat ini tentunya muncul
lagi temuan baru, hingga pihak kepolisian menyelidiki kembali kasus
tersebut, dan saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap
sejumlah saksi.
Á ÁMenyikapi orasi ormas tersebut Kasubdit II Dit Reskrim Polda
Kalsel, AKBP Namora LU Simanjuntak SIK SH mengatakan bahwa saat ini
sudah ada surat pengaduan yang masuk ke Dit Reskrim Polda, masih
didalami, karena dari pengaduan itu disertakan pula bukti rekaman.
Á Á"Saat ini kita telah dalami pengaduan tersebut, dan kita juga
telah proses pengaduan tersebut, hingga saat ini kami telah lakukan
interview para saksi yang telah diajukan oleh pengadu," katanya.
Á ÁDisinggung mengenai pemeriksaan yang telah dilakukan
kepolisian atas dasar apa, karena tidak mungkin pelaku yang telah
mendapatkan semacam kekuatan hukum tidak akan bisa diproses lagi.
Á ÁMenurutnya, memang untuk kedua terdakwa yang telah memilikiÔ h) 0*0*0*° ° Ô kekuatan hukum tetap tidak bisa diseret lagi karena putusan yang
telah diberikan majelis hakim itu dinyatakan sudah sah atau inkrah.
Á Á"Memang untuk kedua terdakwa tidak akan bisa dihukum lagi,
namun bila dalam pengaduan tersebut ada novum baru atau temuan baru
maka kasusnya akan dibuka kembali," tandasnya.
Á Á"Saat ini yang disampaikan pengadu hanyalah bukti rekaman dari
salah seorang terdakwa yang mengatakan kalau pelakunya bukan dua
orang saja, dan belum ada bukti baru karena masih dalam
pemeriksaan," bebernya.
Á ÁDiketahui, Sat IV Dit Reskrim Polda Kalsel mulai mengumpulkan
keterangan para saksi yang diduga mengetahui kejadian pembunuhan
Hadriansyah, seorang guru olahraga SDN Sarigadung di rumah dinas
guru SDN itu di Jl Eks Kodeco Km 8, Desa Sarigadung, Kecamatan
Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), yang terjadi pada
Senin, 9 Februari 2004 pukul 12.00 Wita, beberapa tahun telah
lewat.Ã Ã ris/adi

No comments: