Tuesday, April 5, 2011

Pemeriksaan Saksi©saksi Dimulai

BANJARMASINÄ Ä © Selasa (5/4) kemarin, Sat IV Dit Reskrim Polda Kalsel
mulai mengumpulkan keterangan para saksi yang diduga mengetahui
kejadian pembunuhan Hadriansyah, seorang guru olahraga SDN
Sarigadung di rumah dinas guru SDN itu di Jl Eks Kodeco Km 8, Desa
Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu),
Senin, 9 Februari 2004 pukul 12.00 Wita lalu.
Á ÁKepada à ÃMata BanuaÄ Ä, kemarin sore sekitar pukul 16.15 Wita,
Gusti Suriansyah BSc, pimpinan tabloid X©Kasus mengatakan, dirinya
baru saja memberikan keterangan ke penyidik sejak pukul 11.30 Wita
dan hanya jeda shalat Dzuhur.
Á Á"Pertanyaan penyidik seputar masalah pengaduan yang dibuat ke
Kapolri dan Kapolda Kalsel, termasuk kronologis kejadian yang saya
ketahui maupun dari hasil investigasi. Pertanyaan pun sudah
mengarah tentang siapa saja yang diduga terlibat maupun otak
pelakunya," terangnya.
Á ÁDalam waktu dekat dikabarkan, penyidik juga akan memanggil
sejumlah saksi lainnya, termasuk istri korban, Lilik Dwi
Purwaningsih (52), warga Jl Kodeco Jm 8 RT 6 Desa Sarigadung
Kecamatan Simpang Empat, Tanbu yang melihat saat suaminya dikejarªkejar para pelaku.
Á ÁGusti mengatakan, dirinya hanya terpanggil membantu keluarga
korban yang sudah beberapa tahun mencari keadilan, karena otak
pelaku dan pelaku lainnya sama sekali tak tersentuh hukum.
Á ÁMemang ada dua pelaku yang sudah dihukum atas kasus tersebut,
namun, M Aini alias Culin (29), warga Desa Sungai Paring, Kecamatan
Simpur, HSS serta HM Ardi alias Babar (46), warga Jl A Yani No 51
RT 1 Desa Karasikan Kecamatan Sungai Raya, HSS, cuma dihukum oleh
Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru masing©masing empat bulan dan tiga
bulan tujuh hari.
Á ÁHukuman yang diterima para pembunuh itu hampir sama dengan
hukuman yang diterima seorang maling ayam. Ironisnya, hakim ketua,
Max Nandoko Rohi SH dan anggota masing©masing Budi Aryono SH dan
Nyoto Hindayanto SH berpatokan pada pasal 170 ayat (2) ke©3 KUHP
serta pasal 351 ayat (2) KUHP jo pasal 55 KUHP.
Á ÁKejadian pembunuhan yang menggemparkan masyarakat setempat dan
diduga diotaki oleh oknum pengusaha batu bara Sam alias HI ini,
disayangkan hanya menjerat dua orang pelaku. Ketidakadilan hukum
ini terjadi ketika Polres Tanbu dipimpin oleh AKBP Ike Edwin.
Á ÁHadriansyah yang yang menjadi korban, mulanya memimpin unjuk
rasa masyarakat karena jalan tambang milik HI tidak juga disiram,
meski cuaca panas dan berdebu. Korban yang guru olahraga SD ini
merasa prihatin anak didiknya yang kebetulan berdekatan dengan
lokasi jalan tambang, menghirup debu jalan.
Á ÁPendemo kala itu, lanjut Gusti, hanya ingin jalan itu disiram
sehari dua kali atau setidaknya sekali sehari, sehingga bisa
mengurangi debu jalan.
Á ÁHanya saja, unjuk rasa itu dianggap HI dan anak buahnya
sebagai sebuah tantangan, sehingga korban dihabisi oleh para pelaku
yang diduga diotaki atau disuruh HI. Á p p 2 Á
Á ÁDitambahkan Gusti, dirinya sudah mendengar kisah langsung dariÔ h) 0*0*0*° ° Ô Lilik perihal pembunuhan tersebut.
Á ÁDisebutkan, Lilik ketika kejadian sedang berdiri di depan
rumah dinas guru. Ia melihat suaminya berlari©lari karena dikejar
tiga orang pelaku dengan golok terhunus.
Á ÁLarinya korban ke arah rumah Pak Lami, namun tetap saja
disusul ketiga pelaku. Di dalam rumah Pak Lami itulah, korban,
Hadriansyah dihabisi secara sadis.
Á ÁIstri korban melihat ketiga pelaku keluar dari rumah Pak Lami
dan lewat di depan ruang kelas III SDN. Salah seorang pelaku sempat
membetulkan sandalnya yang terlepas sambil menjilat darah di
goloknya.
Á ÁLilik juga mendengar suara tembakan yang ternyata keluar dari
pistol yang ditembakkan oleh seorang dengan ciri gemuk pendek, tak
jauh dari lokasi kejadian. Belakangan, Lilik mengenali pria
tersebut sebagai HI. Ketiga pelaku berlalu menuju mobil HI yang
sudah menunggu bersama dua pria lainnya.
Á ÁKetika mobil bersama pelaku berlalu, barulah Lilik berteriak
minta tolong sambil menuju rumah Pak Lami. Lilik pun harus menerima
kenyataan pedih menyaksikan tubuh sang suami penuh luka di kedua
kakinya, tangannya hampir putus, dadanya, belakang punggungnya dan
kepalanya belah. Hadriansyah pun meninggal puluhan menit kemudian,
sebelum ambulan dan petugas medis sempat datang.
Á ÁMenurut Gusti, dirinya semakin yakin kalau HI diduga kuat
terlibat dalam pembunuhan sadis dan bahkan diduga berencana itu
setelah mendengar pengakuan dari M Aini alias Culin, salah satu
pelaku pembunuhan.
Á ÁDitambahkan Gusti, berdasar wawancaranya dengan Culin, Selasa,
4 Mei 2010 lalu, Culin mengakui terus terang telah menghabisi nyawa
Hadriansyah karena disuruh dan diupah oleh HI. Ã Ãadi

No comments: