Thursday, April 14, 2011

Pemberi Uang Sebelumnya Terima Telpon Dari Anggota KPU

BANJARMASINÄ Ä © Sidang perdana kasus dugan korupsi gratifikasi yang
menyeret terdakwa Gusti Fuadi disidangkan di ruang Candra
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (14/4) kemarin.
Á ÁSidang yang mengagendakan pembacaan isi dakwaan yang dibacakan
jaksa penuntut umum (JPU) Ramadhani SH, di hadapan persidangan yang
dipimpin majelis hakim Yohanes Priyono SH MH, bersama dua hakim
anggota, Udjianti SH MH dan Susi S SH MH, dihadiri terdakwa yang
didampingi penasihat hukumnya yakni Ali Wardana SH.
Á ÁJPU menyatakan, terdakwa telah memberi hadiah atau janji
kepada pegawai negeri, mengingat kekuasaan atau wewenang yang
melekat pada jabatannya, oleh pemberi hadiah atau janji dianggap
melekat pada jabatannya, atau oleh pemberi hadiah atau janji
dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya tersebut.
Á ÁTerdakwa dinyatakan telah memberikan hadiah berupa uang tunai
kepada sekretaris KPU Kota Banjarmasin sebesar Rp25 juta, yang
diduga untuk melancarkan proses pekerjaan yang sedang ia tangani
dalam hal pengadaan kertas suara.
Á ÁAkan tetapi dalam dakwaan JPU juga ada memaparkan kalau
penyerahan amplop berisi uang yang diduga adalah perbuatan atau
tindakan gratifikasi oleh terdakwa, diawali terdakwa telah mendapat
telpon dari panitia penyelenggara lelang yakni Rodian yang
berbunyi, "Macam mana khabar semalam tuh?, pabila ke kantor? Pak
Mastuti mencari."
Á ÁDan atas dasar itu kemudian terdakwa datang ke kantor KPU
untuk menemui Mastuti Rabitan selaku pejabat sekretaris KPU dan
pengguna anggaran KPU Kota Banjarmasin yang berwenang untuk
mencairkan dana kegiatan©kegiatan percetakan surat suara pada KPU
Kota Banjarmasin, sehingga terdakwa dapat menerima seluruh
pembayaran atas pekerjaannya melalui PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk
senilai Rp380.616.800.
Á ÁSetelah menerima uang tersebut kemudian terdakwa mendatangi
Rodian di kantor KPU Banjarmasin, selanjutnya terdakwa bersama
Rodian menemui Mastuti Rabitan di ruangan kerjanya dan menyerahkan
amplop yang berisi uang tunai sejumlah Rp25 juta yang dinyatakan
sebagai bentuk hadiah.
Á ÁSehingga JPU menyatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur
dan diancam dalam pasal 13 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan
ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi.
Á ÁAtas dakwaan JPU itu majelis hakim memberikan kesempatan
kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan atau eksepsi, namun oleh
penasihat hukum maupun terdakwa menyatakan tidak melakukan eksepsi.
Á ÁKarena tidak ada tanggapan dari terdakwa majelis menyatakan
sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan dan rencananya sidang
akan berlangsung tepat pukul 10.00 Wita. Ã Ãris/adi

No comments: