Wednesday, April 27, 2011

Pejuang Ditangkapi Polisi

MARTAPURAÄ Ä © Kasus sengketa tanah eks Pabrik Kertas Martapura (PKM)
antara PT Golden dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
Cabang Kabupaten Banjar sepertinya bakal berbuntut panjang.
Á ÁPasalnya, dengan hanya bermodalkan laporan dari pihak PT
Golden, aparat dari Polres Banjar berani menetapkan H Masrani (93),
Wakil Ketua LVRI Cabang Martapura dan satu rekannya sesama anggota
LVRI bernama Minan sebagai tersangka, dan mengeluarkan surat
penahanan, Selasa dini hari (26/4) dengan tuduhan penyerobotan dan
pencurian, padahal tidak ada putusan pengadilan yang menetapkan
siapa pemilik sah lahan sebenarnya.
Á ÁNamun saat akan ditahan usai dilakukan pemeriksaan, H Masrani
jatuh sakit, sehingga aparat hanya menahan dan memasukkan Minan
dalam sel, sementara H Masrani dikenakan wajib lapor.
Á ÁBahkan, aparat kembali menunjukkan kekuatan dan arogansinya
sebagai aparat penegak hukum, tanpa ada dasar hukum atau kejelasan
kesalahan kembali melakukan penahanan terhadap pekerja yang menjaga
lahan eks PKM bernama Ramli, Rabu (27/4) saat yang bersangkutan
bertandang ke Polres Banjar, menemani rekan©rekannya mencoba
memberikan penjelasan dan bukti©bukti, akan kepemilikan
LVRI terhadap lahan yang juga diklaim PT Golden adalah miliknya,
dengan harapan rekan©rekannya bisa bebas.
Á Á"Kami sangat menyayangkan sikap aparat kepolisian yang main
tangkap. Apakah hanya dengan dasar pengaduan kuasa PT Golden bisa
melakukan penahanan, di mana sebenarnya kasusnya adalah perdata,"
ujar Sirajul Huda, juru bicara LVRI ditemani salah seorang anggota
LVRI, Madun Arifan (83) selaku penerima kuasa dari LVRI selaku
pengelola lahan eks PKM saat mendatangi Polres Banjar dengan
membawa surat©surat asli kepemilikan lahan milik LVRI yang dibeli
dari masyarakat pada tahun 1960.
Á ÁSirajul Huda mengatakan, kedatangan mereka ke Sat Reskrim
Polres Banjar ini ingin mempertanyakan atas dasar apa penahanan
anggota LVRI Banjar itu, karena dalam sengketa ini tidak ada
keputusan dari pihak pengadilan siapa pemilik sah lahan,
lantaran tidak ada yang melakukan gugatan.
Á Á"Menurut penyidik lahan itu milik PT Golden. LVRI juga punya
dasar kepemilikan lahan itu. Tidak mungkin LVRI berani menguasi
lahan kalau tidak ada dasar," katanya.
Á ÁSeandainya ada putusan yang berkekuatan hukum tetap dari
pengadilan yang memenangkan PT Golden, maka pihak LVRI pasti bakal
melepas lahan tersebut. Akan tetapi kasus ini terjadi tanpa adanya
gugutan dari PT Golden, namun anggota legiun veteran tiba©tiba
ditangkapi oleh aparat.
Á Á"Semestinya ada putusan dari pengadilan seperti surat
kepemilikan lahan milik veteran cacat hukum atau veteran tidak
berhak atas lahan itu. Jangan main tangkap begini. Ada apa
sebenarnya," ucapnya bertanya.
Á ÁIa menduga ada oknum yang bermain dengan pihak kepolisian atas
kasus yang menimpa LVRI Kabupaten Banjar ini, sehingga aparat
dibutakan oleh bukti©bukti otentik dan mengabaikan prosedur hukum
yang berlaku, seolah©oleh Direktur PT Golden Gunawan Sutanto lah
yang paling benar. "Kami minta Polda dan Polri perhatikan kasusÔ h) 0*0*0*° ° Ô ini. Tolong periksa Kasat Reskrim Polres Banjar karena dia berani
menahan orang yang punya surat," ucapnya.
Á ÁTidak hanya itu, ia juga meminta aparat menyidik dan
mempertanyakan orang yang menerbitkan Hak Guna Bangunan (HGB)
kepada PT Golden, apakah HGB itu sudah benar
atau belum. "Tanyakan aparat yang mengeluarkan HGB. Itu juga harus
jadi pertimbangan polisi sebelum menangkap para pejuang negara
ini," pintanya.
Á ÁSoal penahan Ramli? Sirajul mengaku tidak habis pikir dengan
aparat, karena Ramli hanya pekerja yang menjaga lahan dan tidak
berhubungan dengan kasus sengketa lahan, namun tiba©tiba ditahan
oleh Polres Banjar hanya karena tidak mau menyebutkan namanya saat
salah seorang oknum polisi menanyakan namanya
di luar ruang Sat Reskrim Polres Banjar.
Á ÁSementara itu, hingga berita ini dibuat Kapolres Banjar AKBP
Ebet Gunandar tidak bisa dikonfirmasi karena sedang tidak berada di
tempat, begitu juga dengan Kasat
Reskrim Polres Banjar AKP Nuryono, SH SIK belum bisa dikonfirmasi
karena tidak berada di tempat.Ã Ã sup/adi

No comments: