Friday, April 29, 2011

Pejuang Diperlakukan Arogan Oleh Oknum Polisi

MARTAPURAÄ Ä © Meskipun sudah tua©tua ditambah lagi banyaknya jasa
sebagai pejuang kemerdekaan, namun hal itu tetap dipandang sebelah
mata oleh oknum polisi di Polres Banjar. Bahkan, ada oknum polisi
yang masih muda mengatai para pejuang itu sebagai tentara goblok.
Á ÁJumat (29/4), Madong, salah seorang anggota veteran
menyayangkan penangkapan yang dilakukan Polres Banjar terhadap H
Masrani (H Yani) yang sudha berusia 93 tahun. Padahal, lanjutnya,
Masrani adalah Wakil Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI)
Kabupaten Banjar.
Á ÁMenurutnya, ketika rekan©rekan Masrani mendatangi Polres
Banjar untuk mengetahui kenapa sampai Masrani ditangkap dan
menyusul kemudian dijadikan tersangka dengan wajib lapor Senin dan
Kamis, justru ada oknum polisi yang mengeluarkan kata©kata tidak
sopan.
Á Á"Ada kata©kata dari oknum polisi bahwa apa itu veteran,
veteran itu tentara goblok," paparnya.
Á ÁMenurut Madong, mereka tidak terlalu mempermasalahkan
perkataan dari oknum polisi tersebut, yang menurutnya tidak
mengerti sejarah lahan eks Pabrik Kertas Martapura yang notabene
dibeli sendiri oleh para veteran pada tahun 60©an.
Á Á"Makanya kita datang ke Bid Propam Polda Kalsel untuk
memperlihatkan surat©surat bukti kalau lahan itu dibeli oleh
veteran. Saya diutus dari Jakarta untuk membantu memperlihatkan
bukti©bukti bahwa lahan itu adalah dibeli veteran dari warga,"
ungkapnya.
Á ÁMenurutnya, penangkapan terhadap H Masrani bersama empat
pendukung veteran tidak beralasan, karena veteran menguasai sendiri
lahan miliknya yang sempat diambil oleh PT Golden dengan jalan
berkonspirasi dengan instansi di pusat.
Á ÁNamun, polisi memproses dengan alasan memperoleh laporan dari
PT Golden bahwa para tersangka sudah melakukan pencurian dan
penyerobotan di sarang walet milik PT Golden.
Á ÁSirajul Huda SAg SH yang mendampingi veteran bersama
rombongan, Jumat kemarin menghadap Kasubbid Paminal Bid Propam
Polda Kalsel Kompol Andhika Vishun SIK.
Á Á"Kami menghadap Kasubbid Paminal untuk memperlihatkan buktiªbukti kepemilikan lahan eks Pabrik Kertas Martapura tersebut," ujar
Sirajul.
Á ÁNamun, Kompol Andhika tidak memberikan komentar soal datangnya
perwakilan LVRI Banjar tersebut.
Á ÁPenangkapan anggota LVRI Kabupaten Banjar sangat disayangkan
banyak pihak, sehingga muncul beragam reaksi.
Á ÁPolisi dinilai terlalu cepat mengambil langkah penangkapan
itu, tanpa melihat latar belakang persoalan sebenarnya antara
veteran dengan PT Golden yang sama©sama memiliki dasar hukum dalam
penguasaan lahan.
Á ÁSeperti yang dilansir koran ini kemarin, kasus sengketa tanah
eks Pabrik Kertas Martapura (PKM) antara PT Golden dengan LVRI
Kabupaten Banjar sepertinya bakal berbuntut panjang.
Á ÁPasalnya, dengan hanya bermodalkan laporan dari pihak PT
Golden, aparat dari Polres Banjar berani menetapkan H Masrani (93),
Wakil Ketua LVRI Cabang Martapura dan satu rekannya sesama anggota
LVRI bernama Minan sebagai tersangka, dan mengeluarkan suratÔ h) 0*0*0*° ° Ô penahanan, Selasa dini hari (26/4) dengan tuduhan
penyerobotan dan pencurian, padahal tidak ada putusan pengadilan
yang menetapkan siapa pemilik sah lahan sebenarnya.
Á ÁBahkan, aparat kembali menunjukan kekuatan dan arogansinya
sebagai aparat penegak hukum, dimana tanpa ada dasar hukum atau
kejelasan kesalahan kembali melakukan penahanan terhadap pekerja
yang menjaga lahan eks PKM bernama Ramli, Rabu (27/4) saat yang
bersangkutan bertandang ke Polres Banjar menemani rekan©rekannya
mencoba memberikan penjelasan dan bukti©bukti akan kepemilikan
LVRI terhadap lahan yang juga diklaim PT Golden adalah miliknya
itu.Ã Ã adi

No comments: