Thursday, April 28, 2011

Para Tersangka Mutilasi Diserahkan Ke Kejaksaan

BANJARMASINÄ Ä © Menjelang sehari berakhirnya masa penahanan di Polda
Kalsel, ketujuh tersangka pelaku pembunuhan dan mutilasi diserahkan
penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel ke Kejati Kalsel, menyusul
sudah lengkapnya (P©21) berkas pemeriksaan para tersangka, Kamis
(28/4).
Á ÁKabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto membenarkan kalau
para tersangka sudah diserahkan ke Kejati Kalsel. "Berkas sudah Pª21, dilanjutkan dengan penyerahan tahap dua, baik para tersangka
beserta alat buktinya ke kejaksaan," ucap Edi.
Á ÁSementara Kasi Pra Penuntutan As Pidum Kejati Kalsel, Sandy
Rosady SH didampingi Kasi Penkum dan Humas Rajendra SH mengakui
kalau pihaknya telah menerima penyerahan tahap dua para tersangka
mutilasi.
Á Á"Para tersangka beserta barang bukti kemudian kita serahkan ke
Kejari Banjarbaru. Para tersangka kemudian ditahan di LP Martapura
menunggu sidang di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru," beber Sandy.
Á ÁSebelumnya, dokter telah melakukan pemeriksaan kesehatan
kepada ketujuh tersangka di Polda Kalsel. Secara umum, para
tersangka cukup sehat dan bisa untuk ditahan.
Á ÁMenariknya, ketika sesi pemeriksaan kesehatan, Ardiansyah
alias Sawa membantah telah ikut serta membunuh dan memutilasi
korban, Fatmawati. "Kami ini difitnah. kami terpaksa mengaku karena
terus disiksa. Siapa yang tahan disundut pakai rokok dan dipukuli,
makanya kami terpaksa mengaku saja, ketimbang terus disiksa," ujar
Sawa.
Á ÁBegitu juga Fendi Ardiyanto alias Anak Sialan, mengaku
membunuh karena tidak tahan lagi dengan siksaan yang dilakukan oleh
aparat Polda Kalsel.
Á ÁSebelumnya, hanya karena persoalan cemburu, Fendi Ardiyanto
alias Anak Sialan (16), tega memperkosa dan memutilasi Fatmawati,
dibantu rekan©rekannya.
Á ÁPara tersangka ditangkap secara maraton oleh jajaran Polres
Banjar, Polresta Banjarbaru, dibantu Sat I Krimum Dit Reskrim Polda
Kalsel.
Á ÁTersangka ada tujuh orang, masing©masing, Fendi (22),
Ardiansyah alias Sawa (24), Akramudin alias Icun (18), Alamsyah
alias Ancah (20), kemudian Alex Pratama (19), M Aldiansyah alias
Tole (16), semua warga Banjarbaru dan M Syafi'i alias Erfan (13),
warga Jl Indah Permai IV RT 25, Banjarmasin Selatan.
Á ÁMulanya, penyidik memeriksa komunitas anak punk Banjarbaru,
sehingga diketahui kalau korban berpcaran dengan Fendi. Selasa, 14
Desember 2010, Fendi ditangkap di depan Hotel Rodhita Banjarmasin.
Á ÁMeski sempat berkilah, namun Fendi akhirnya mengaku terus
terang sebagai pelaku. Dari mulutnya meluncur pengakuan para
tersangka lainnya.
Á ÁKemudian, polisi menangkap Ancah di Sungai Sipai Martapura,
lalu Icun diamankan di depan STM Banjarbaru, Menyusul Sawa di
dibekuk di Balitan, Banjarbaru. Erfan ditangkap di Pasar Lama,
Banjarmasin. Lantas Tole dan Alex diciduk di Desa Guntung Paikat,
Banjarbaru.
Á ÁBarang bukti yang berhasil diamankan adalah, satu buah tas
ransel warna hitam merk Revo Style milik Sawa yang digunakan untuk
membawa golok serta membuang potongan tubuh korban. Sebotol minyakÔ h) 0*0*0*° ° Ô angin milik korban.
Á ÁKemudian satu buah kaos warna coklat merk Adidas milik Sawa
yang digunakan membungkus kepala korban, satu buah celana jins merk
Levis model pensil lengkap dengan ikat pinggang dengan kepala sabuk
bergambar logo Batman milik korban. Kemudian satu buah gelang warna
putih milik korban. Dua bauh batu besar sebagai pemberat yang
diikat pada karung berisi potongan tubuh korban.
Á ÁFendi yang mengaku sudah tiga tahun (sejak 2007) berpacaran
dengan korban mengaku sangat cemburu, karena korban bersama lelaki
lain. Diduga memang Fatma telah menikah dengan pria lain. "Padahal,
aku sudah lama berpacaran dengan dia, tetapi dia malah bersama
lelaki lain," ujar Fendi polos.
Á ÁSebab lain, otak pelaku ini melihat Fatma berciuman dengan
pria yang tak ia kenal pada Kamis, 4 November 2010 sekitar pukul
20.00 Wita.
Á ÁMerasa sakit hati, timbullah niat jahat Fendi untuk memperkosa
korban dengan beramai©ramai sekaligus menghabisi nyawa korban.Ã Ã
Á ÁÄ ÄSebagaimana diketahui, Jumat, 19 November 2010, pukul 18.30
Wita, ditemukan potongan kepala, tangan kanan dan kiri serta kaki
kiri korban di dalam tas Revo di aliran irigasi Desa Bincau,
Martapura. Kemudian pada Senin, 22 November 2010, pukul 17.00 Wita,
ditemukan lagi kaki kanan dan alat vital korban di aliran sungai di
Desa Bincau.
Á ÁMenurut Kapolda Brigjen Syafruddin, para tersangka dikenai
pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup atau
maksimal hukuman mati. Ã Ãadi

No comments: