Tuesday, April 5, 2011

Korban Eksploitasi Seks Divisum

BANJARMASINÄ Ä © Selasa (5/4) kemarin, EC alias Luna (14), korban
trafficking oleh tersangka H Charli (44) dan Yaya (22) langsung
menjalani visum di RS Bhayangkara, selepas memberikan keterangan di
Unit PPA Sat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁDir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laope melalui Kasat I Krimum
Dit Reskrim AKBP Namora mengakui kalau pihaknya sudah menerima
keterangan dari korban, selanjutnya dilakukan visum.
Á ÁMenurut Namora, pihaknya masih mengejar pacar korban yang
diduga melarikan diri demi mengetahui kalau H Charli dan Yaya sudah
diamankan terlebih dahulu.
Á ÁLuna mengatakan, dirinya sebenarnya bukan sendiri menjadi
korban kebuasan seks H Charli, sebab masih ada sekitar sembilan
gadis lainnya yang senasib dengannya.
Á ÁPenyidik juga sudah meminta keterangan dari seorang gadis di
bawah umur dan seorang lagi berusia 19 tahun, juga diduga korban
dari H Charli.
Á Á"Saya berharap, tersangka H Charli dihukum seberat©beratnya,
karena selain sudah memperkosa saya dengan ancaman, juga menjual
saya kepada pelanggannya," ucap korban.
Á ÁMenurut Luna, kasus ini bermula ketika ia berpacaran dengan
pria seusianya.
Á ÁNamun, pacarnya itu diduga sudah bekerja sama dengan H Charli
dengan jalan memberikan minuman yang memabukkan kepada Luna
sehingga Luna tak sadarkan diri.
Á ÁSaat tak sadar itulah, Luna digarap sang pacar dan adegan itu
direkam oleh H Charli. Luna begitu sadar langsung diancam H Charli
akan menyebarluaskan rekaman adegan mesum itu ke orang lain, jika
Luna tak patuh dengan H Charli.
Á ÁKorban pun terpaksa dengan berat hati mengamini permintaan H
Charli yang nyeleneh itu, hingga sejak Februari sampai Maret 2011,
Luna dipaksa melayani sekitar 15 lelaki pelanggan Charli dengan
cara diantar oleh Yaya.
Á Á"Setiap kali selesai melayani pelanggan, saya diberi uang
Rp150 ribu," akunya polos.
Á ÁSudah tak kuat lagi menahan derita, Luna dengan tekad bulat
memberanikan diri mengadu ke polisi, tak peduli video mesum dirinya
tersebar.
Á ÁCharli dan Yaya kini dijerat dengan UU No 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun
penjara, termasuk UU Pornografi. Ã Ãadi

No comments: