Wednesday, April 20, 2011

Keluarga Taufik Rahman Tuding Keterangan Saksi Bohong

BANJARMASINÄ Ä © Keluarga terdakwa, Taufik Rahman merasa tersudutkan
atas beberapa kesaksian yang disampaikan para saksi dalam sidang
kasus pemakaian serta pemalsuan surat©surat dalam pengadaan atau
pembangunan tiang BTS beserta jaringan pendukung seperti software
dan hardware Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Kabupaten
Tanjung.
Á ÁSalah satu kesaksian yang paling diragukan pihak keluarga
terdakwa yakni, keterangan yang disampaikan oleh Zainuddin SSos
selaku ketua panitia lelang yang memberatkan terdakwa dengan
keterangan yang ditengarai bohong.
Á ÁSeperti yang diungkapkan pihak keluarga yang diwakili oleh H
Umar, beberapa keterangan yang disampaikan saksi lepas dari apa
yang sebenarnya, seperti mengaku tidak tahu siapa Ir Fachruddin
Lutfi selaku Manager Operasional CV Aura Putri Membangun sebagai
pemenang lelang.
Á Á"Anehnya kenapa saat pengambilan dokumen Zainuddin tidak
hadir, padahal beliau kala itu bertindak sebagai ketua pengadaan
barang dan jasa, dalam artian dia telah meninggalkan tugas yang
mengakibatkan kekeliruan," ucap Umar.
Á ÁKeterangan yang dianggap bohong yang disampaikan yakni tidak
mengenal CV Aura Putri Membangun atau Ir Fachruddin Lutfi oleh
Zainuddin menurut Umar juga dapat diketahui dari hadirnya ia pada
saat proses penjelasan lelang yang dihadiri lima perusahaan
termasuk CV Aura Puti Membangun.
Á ÁAdapun keterangan lain yang menurut keluarga terdakwa sangat
janggal adalah, setelah proses penjelasan lelang dilakukan
Zainuddin tidak ikut lagi sampai pada saat penentuan pemenang
lelang, namun ikut tanda tangan pemenang lelang.
Á Á"Selain itu, yang kita sesalkan kenapa hanya Taufik Rahman
SSos saja yang menjadi terdakwa dalam kasus ini, padahal
berdasarkan keterangan Zainuddin, jelas sekali ia mengakui
mengetahui pembuatan surat perjanjian atau kontrak penyediaan
barang dan jasa antara Pemkab Tabalong dengan CV Aura Putri
Membangun untuk anggaran 2007," jelas Umar.
Á ÁKeterangan tidak adanya pertemuan Zainuddin dengan pihak CV
Aura Putri Membangun inilah yang dianggap bohong, sebab dalam
kehadirannya di beberapa kegiatan, jelas sekali dia mengetahuinya.
Á ÁSelain itu, Umar juga menuding jika memang ketidaktahuan itu
benar adanya, dapat diartikan Zainuddin meninggalkan tugasnya
sebagai ketua panitia lelang dan mebiarkan adanya kesalahan dalam
kasus ini.
Á Á"Namun kita melihat bukan dari sisi itu, di sini terkesan ada
indikasi mengkambinghitamkan keluarga kita, sehingga keterangan
yang disampaikan lepas dari kebenaran, karena mustahil seorang
ketua panitia lelang tidak mengetahui siapa pemenag lelang dan
menandatangani keputusan pemenang lelang begitu saja," ucapnya.
Á ÁUntuk itu, pihak keluarga Taufik Rahman mengharapkan kepada
Kejaksaan Negeri Tanjung untuk benar©benar memeriksa saksi lainnya,
karena ada kemungkinan beberapa di antaranya terlibat dalam kasus
ini. "Jika perlu Kejaksaan Tinggi Kalsel melihat kasus ini dengan
baik karena ada indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan
berjamaah," ucap Umar. mad/adi

No comments: