Thursday, April 14, 2011

Kejati Dituntut Tuntaskan Pungli PT PLN

BANJARMASINÄ Ä © Setelah sebelumnya mengajukan beberapa poin indikasi
terjadinya tindak pidana korupsi dan KKN di PT PLN Cabang
Kalselteng, kini ormas yang tergabung dalam Forum Rakyat Peduli
Bangsa (Forpeban) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali ajukan
tuntutan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaslel.
Á ÁTuntutan terkait beberapa pungutan yang dianggap pungli pada
pembayaran rekening listrik yang berkisar Rp1.600 sampai Rp3.000.
Á ÁPernyataan sikap ini dilakukan sebab masih adanya kasus yang
dianggap tertinggal untuk diusut oleh Kejati Kalsel yakni pungli
saat pembayaran tagihan listrik yang dilakukan masyarakat di
beberapa kota dan kabupaten.
Á Á"Poin yang pernah diajukan Forpeban Kalsel pada 10 April
kemarin yaitu adanya pungutan biaya administrasi perbankan dalam
pembayaran rekening tagihan kepada konsumen yang biayanya
bervariasi antara Rp1.600 hingga Rp3.000 dan ini belum diusut
hingga sekarang," ucap Ketua Forpeban Kalsel, Din Jaya, saat
melakukan orasi di depan kantor Kejati Kalsel, Kamis (14/4).
Á ÁLebih lanjut Din Jaya mengatakan, seharusnya biaya
adiministrasi tersebut tidak dibebankan kepada konsumen, karena
program tersebut merupakan peningkatan pelayanan PT PLN dalam
melakukan pembayaran rekening listrik.
Á ÁMenanggapi aksi kali ini, Kepala Kejati Kalsel, Didiek
Soekarno didamping Kasipenkum dan Humas Kejati, Rajendra, dan
Kasintel Kejati Kalsel, Sumardi menyatakan suara rakyat juga suara
kejati untuk itu apa yang diharapkan dan apa yang dilaporkan oleh
masyarakat akan dikembangkan lebih lanjut.
Á Á"Kita siap membela rakyat, dan suara rakyat adalah suara kita
juga tetapi tetap penegakan hukum ada ketergantungan yakni alat
bukti dan untuk mendapatkannya kita perlu bantuan masyarakat," ucap
Kajati.
Á ÁNamun, Kajati Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk sedikit
berhati©hati atas asas praduga tak bersalah, salah satunya dengan
menyebutkan nama tersangka atau seseorang yang dituding bersalah.
Á Á"Yang jelas semua tuntutan yang sebelumnya disampaikan ke
Kejati Kalsel kini sudah masuk tahap penyidikan dan kita akan terus
kembangkan. Apa yang disampaikan kepada kita dan kita tidak tebang
pilih untuk kepentingan rakyat," ucap Soekarno.Ã Ã mad/adi

No comments: