Thursday, April 7, 2011

Jika Ada Bukti Baru Diproses

BANJARMASINÄ Ä © Lilik Dwi Purwaningsih (52), istri almarhum
Hadriansyah, korban pembunuhan di SDN Sarigadung, Desa Sarigadung,
Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Senin, 9
Februari 2004, menghadiri undangan Sat IV Dit Reskrim Polda Kalsel,
Kamis (7/4) kemarin.
Á ÁLilik menjalani pemeriksaan selaku saksi kasus tersebut oleh
penyidik. Lilik sendiri mengaku melihat kejadian saat suaminya itu
dikejar©kejar oleh para pelaku pembunuhan.
Á ÁDikonfirmasi, Dir Reskrim Kombes Pol Mas Guntur Laope mengakui
kalau pihaknya kini sedang berupaya mengumpulkan keterangan para
saksi dalam kasus lama yang kini dilaporkan oleh keluarga korban
dengan disertai bukti©bukti baru.
Á Á"Memang ada laporan terkait kasus ini, disertai klaim adanya
bukti baru soal keterlibatan pelaku lainnya dan otak pelaku. Kita
akan periksa sejauh mana kebenaran laporan itu. Tapi, jika memang
ada saksi dan bukti baru, maka kasus ini bisa diproses lebih
lanjut," ujar Guntur mantap.
Á ÁDiakui Guntur, untuk kasus yang sudah disidik terhadap dua
pelaku, tidak mungkin dijerat kembali, karena perkaranya sudah
diputus inkrah. Namun, jika memang ada pelaku lainnya yang belum
terungkap, kemudian ada bukti bahwa orang itu terlibat, maka bisa
saja kasus itu diproses lagi.
Á ÁGuntur menerangkan, dalam versi penyidik Polres Tanbu, Sam
alias HI tidak terlibat karena tidak menyuruh anak buahnya
menghabisi Hadriansyah. Bahkan HI saat kejadian, sedang mencari
mobil tanki penyiram jalan tambang. Ketika kembali sehabis mencari
mobil tanki, peristiwa itu terjadi. Tembakan dari pistol HI juga
dijelaskan sebagai upaya melerai pengeroyokan.
Á ÁNamun, hal itu sebagaimana versi investigasi wartawan senior
X©Kasus, Gusti Suriansyah BSc sangat berbeda. HI diduga kuat
mengupah anak buahnya untuk menghabisi korban. Bahkan, tembakan
yang dilakukan HI diduga untuk menghalau warga yang berupaya ingin
memberikan bantuan ke korban yang sedang dikejar dan dihabisi
pelaku.
Á ÁSelain itu, berdasar testimoni pelaku, M Aini alias Culin yang
direkam Suriansyah, Culin menyebutkan kalau dirinya memang disuruh
HI untuk menghabisi Hadriansyah. Bahkan, selepas menunaikan tugas
jahat itu, Culin mendapat upah puluhan juta dari HI.
Á Á"Nah, mengenai masalah upah ini, Culin dalam laporannya ke
Polres Tanbu baru©baru ini mengatakan, ia terpaksa mengatakan hal
yang sebenarnya tidak benar itu karena ada tekanan dari lawan
bisnis HI," beber Guntur. Á À À ( Á
Á ÁMeski demikian, lanjut Guntur, pihaknya tetap akan
mengumpulkan keterangan sehingga kebenaran bisa terungkap
secepatnya.
Á ÁMemang ada dua pelaku yang sudah dihukum atas kasus tersebut,
namun, M Aini alias Culin (29), warga Desa Sungai Paring, Kecamatan
Simpur, HSS serta HM Ardi alias Babar (46), warga Jl A Yani No 51
RT 1 Desa Karasikan Kecamatan Sungai Raya, HSS, cuma dihukum oleh
Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru masing©masing empat bulan dan tigaÔ h) 0*0*0*° ° Ô bulan tujuh hari.
Á ÁHukuman yang diterima para pembunuh itu hampir sama dengan
hukuman yang diterima seorang maling ayam. Ironisnya, hakim ketua,
Max Nandoko Rohi SH dan anggota masing©masing Budi Aryono SH dan
Nyoto Hindayanto SH berpatokan pada pasal 170 ayat (2) ke©3 KUHP
serta pasal 351 ayat (2) KUHP jo pasal 55 KUHP.
Á ÁKejadian pembunuhan yang menggemparkan masyarakat setempat dan
diduga diotaki oleh oknum pengusaha batu bara Sam alias HI ini,
disayangkan hanya menjerat dua orang pelaku. Ketidakadilan hukum
ini terjadi ketika Polres Tanbu dipimpin oleh AKBP Ike Edwin.
Á ÁHadriansyah yang yang menjadi korban, mulanya memimpin unjuk
rasa masyarakat karena jalan tambang milik HI tidak juga disiram,
meski cuaca panas dan berdebu. Korban yang guru olahraga SD ini
merasa prihatin anak didiknya yang kebetulan berdekatan dengan
lokasi jalan tambang, menghirup debu jalan.
Á ÁPendemo kala itu, lanjut Gusti, hanya ingin jalan itu disiram
sehari dua kali atau setidaknya sekali sehari, sehingga bisa
mengurangi debu jalan.
Á ÁHanya saja, unjuk rasa itu dianggap HI dan anak buahnya
sebagai sebuah tantangan, sehingga korban dihabisi oleh para pelaku
yang diduga diotaki atau disuruh HI. Ã Ãadi

No comments: