Friday, April 29, 2011

Dua Anggota KPU Banjarmasin Telah Jadi Tersangka

BANJARMASIN Ä Ä© Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin
menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi di
lembaga KPU Kota Banjarmasin, yang telah menyeret Gusti Fuadi
sebagai terdakwa dan menjalani proses persidangan.
Á ÁDua tersangka baru yang telah ditetapkan pihak Kejari
Banjarmasin merupakan hasil pengembangan yang telah dilakukan
selama ini.
Á ÁKepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banjarmasin, Hadi Purwoto SH,
melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Ramadhani SH, saat
dikonfirmasi wartawan, Jumat (29/4) pagi mengatakan kalau pihaknya
telah menetapkan dua tersangka baru pada kasus dugaan gratifikasi
di lembaga KPU Kota Banjarmasin.
Á Á"Dari hasil pengembangan kita telah tetapkan dua tersangka
baru dan itu dari pihak KPU Kota Banjarmasin, yakni MR alias Tuti
dan Rodi," ujar Ramadhani.
Á ÁKarena keduanya telah ditetapkan jadi tersangka, maka pihak
kejaksaan bagian pidana khusus telah memulai pemeriksaan saksiªsaksi terkait berkas kedua tersangka yang baru itu.
Á ÁDikatakan Ramadhani, pihaknya sudah mulai memanggil beberapa
orang saksi untuk dimintai keterangan. Dan Jumat (29/4) kemarin
salah seorang anggota KPU Kota Banjarmasin telah datang ke ruang
Kasi Pidsus untuk memenuhi panggilan.
Á ÁAdapun yang hadir memenuhi panggilan pihak kejaksaan itu
adalah Drs Tamliha Harun, salah seorang anggota KPU Kota
Banjarmasin.
Á Á"Kita telah memulai lakukan pemeriksaan saksi, dan ada empat
saksi yang telah kita panggil, namun yang bisa hadir hanya satu
orang, sedangkan yang lainnya sedang sibuk lagi dinas," katanya.
Á ÁDisinggung mengenai pemeriksaan terhadap saksi, ia mengatakan
hanya dimintai keterangan seputar kasus dugaan gratifikasi, namun
untuk lebih terperincinya ia sendiri belum bisa menjelaskan.
Á ÁSementara itu salah satu satu dari tersangka yakni MR yang
sebelumnya sempat dikonfirmasi à ÃMata BanuaÄ Ä mengatakan kalau dirinya
telah siap apabila dirinya memang dijadikan tersangka.
Á Á"Saya siap dan terima untuk diproses kalau memang saya telah
dijadikan tersangka," akunya sambil berlalu pergi.
Á ÁSedangkan salah seorang tersangka lagi yakni Rodi, masih dalam
pencarian pihak kejaksaan, karena menurut informasi yang diterima,
Rodi tidak ada lagi di KPU Kota Banjarmasin, bahkan para pegawai di
sana pun tidak mengetahui keberadaan Rodi.
Á ÁKetika ketidakberadaan Rodi di KPU Kota Banjarmasin
dikonfirmasi kepada ketua KPU, Mahfudz Sejali, ia mengatakan kalau
Rodi tidak melarikan diri, melainkan sudah pindah tugas ke
Departemen Badan Koperasi Banjarmasin
Á Á"Yang bersangkutan memang jarang masuk kantor dan kita telah
layangkan surat pemanggilan sebanyak empat kali, dan tanggal 9
April 2011 Rodi dinyatakan telah pindah," kata Ketua KPU Kota
Banjarmasin.
Á ÁDisinggung mengenai menghilangnya Rodi, ia mengatakan kalau
Rodi menghilang bukan karena kasus dugaan gratifikasi di lembaga
KPU Kota Banjarmasin, melainkan dalam kasus yang lain.
Á Á"Ia melarikan diri bukan karena kasus gratifikasi itu,
melainkan karena kasus lain, yakni kasus kredit mobil yang terusÔ h) 0*0*0*° ° Ô dikejar dan dicari pihak pembiayaan, serta kasus penggelapan uang
anggaran konsultan di KPU senilai Rp40 juta," terangnya.
Á ÁRodi sendiri dalam kasus dugaan gratifikasi, merupakan orang
yang menelpon Gusti Fuadi untuk menagih janji dalam pemberian
hadiah, dan dalam berkas dakwaan pada sidang perdana Gusti Fuadi
telah dipaparkan. Ã Ãris/adi

No comments: