Monday, April 4, 2011

Dibuka Jalan Ungkap Pembunuhan Guru SD

BANJARMASINÄ Ä © Gusti Suriansyah BSc, seorang wartawan senior dan
petinggi tabloid X©Kasus memberanikan diri melapor ke Kapolri dan
juga Kapolda Kalsel terkait ketidakadilan dalam penanganan kasus
pembunuhan yang terjadi 9 Februari 2004 lalu di Desa Sarigadung
Km 8, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dengan korban, seorang guru
olahraga SDN, Hadriansyah.
Á ÁSenin (4/4), pria yang akrab disapa Gusti ini mengatakan,
dirinya merasa terpanggil membongkar kasus yang diduga melibatkan
HI sebagai otak pembunuhan, karena merasa keluarga korban tidak
mendapat keadilan yang layak.
Á ÁBetapa tidak, pelaku pembunuhan yang ada beberapa, oleh aparat
penegak hukum, Polres Tanbu dan Pengadilan Negeri (PN) Kotabaru,
cuma dua orang yang diadili, yakni M Aini alias Culin dijatuhi
empat bulan penjara serta HM Ardi alias Babar dipidana tiga bulan
tujuh hari.
Á ÁIronisnya lagi, lanjutnya, otak pelaku atau yang memerintahkan
untuk menganiaya korban, Sam alias HI, seorang pengusaha batu bara
kenamaan di Tanbu, justru lepas sama sekali dari jeratan hukum.
Begitu juga tiga anak buahnya yang lain, yakni Asyid, Amat, dan
Ansyah, sampai saat ini belum tersentuh hukum.
Á Á"Untuk mendapatkan keadilan dan penegakan hukum, saya pun
membuat surat kepada Bapak Kapolda Kalsel No.02/KS©PB/II/2011
tanggal 25 Februari 2011 perihal pengaduan terhadap otak pelaku dan
pelaku pembunuhan lainnya yang sampai saat ini tidak tersentuh
hukum. Isi suratnya adalah agar kasus ini segera diusut dan
ditindak sesuai proses hukum yang berlaku," ungkap Gusti.Á Ð Ð F Á
Á ÁRabu (9/3) lalu, lanjutnya, bersama isteri korban, Lilik Dwi
Purwaningsih, Gusti datang ke Dit Reskrim Polda Kalsel guna
mengkoordinasikan laporan itu.
Á Á"Dalam waktu dekat ini, saya akan datang ke Polda Kalsel
memenuhi undangan polisi," akunya, kemarin. Dari sumber terpercaya
di Dit Reskrim, kasus ini kini ditangani oleh Sat IV Tipiter Dit
Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁDitambahkan Gusti, dirinya sudah mendengar kisah langsung dari
Lilik perihal pembunuhan tersebut.
Á ÁDisebutkan, Lilik ketika kejadian sedang berdiri di depan
rumah dinas guru. Ia melihat suaminya berlari©lari karena dikejar
tiga orang pelaku dengan golok terhunus.
Á ÁLarinya korban ke arah rumah Pak Lami, namun tetap saja
disusul ketiga pelaku. Di dalam rumah Pak Lami itulah, korban,
Hadriansyah dihabisi secara sadis.
Á ÁIstri korban melihat ketiga pelaku keluar dari rumah Pak Lami
dan lewat di depan ruang kelas III SDN. Salah seorang pelaku sempat
membetulkan sandalnya yang terlepas sambil menjilat darah di
goloknya.
Á ÁLilik juga mendengar suara tembakan yang ternyata keluar dari
pistol yang ditembakkan oleh seorang dengan ciri gemuk pendek, tak
jauh dari lokasi kejadian. Belakangan, Lilik mengenali pria
tersebut sebagai HI. Ketiga pelaku berlalu menuju mobil HI yang
sudah menunggu bersama dua pria lainnya.
Á ÁKetika mobil bersama pelaku berlalu, barulah Lilik berteriakÔ h) 0*0*0*° ° Ô minta tolong sambil menuju rumah Pak Lami. Lilik pun harus menerima
kenyataan pedih menyaksikan tubuh sang suami penuh luka di kedua
kakinya, tangannya hampir putus, dadanya, belakang punggungnya dan
kepalanya belah. Hadriansyah pun meninggal sesaat ketika berada di
pangkuan sang istri.
Á ÁMenurut Gusti, dirinya semakin yakin kalau HI diduga kuat
terlibat dalam pembunuhan sadis dan bahkan diduga berencana itu
setelah mendengar pengakuan dari M Aini alias Culin, salah satu
pelaku pembunuhan.
Á ÁDitambahkan Gusti, berdasar wawancaranya dengan Culin, Selasa,
4 Mei 2010 lalu, Culin mengakui terus terang telah menghabisi nyawa
Hadriansyah karena disuruh dan diupah oleh HI. Ã Ãadi

No comments: