Thursday, April 28, 2011

Demo Besar©besaran Ke Polres HSS

BANJARMASINÄ Ä © Rabu (4/5) depan, ratusan pengusaha dan buruh kayu
Kandangan dan sekitarnya bakal melakukan demo besar©besaran ke
Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) di Kandangan, menyusul polemik
razia kayu di wantilan milik warga oleh aparat Polres HSS.
Á ÁKepastian rencana demo itu disampaikan Ketua Persatuan Usaha
Kayu Masyarakat HSS, Nisfu Sani. Setelah demo di Kandangan, pada
Kamis (5/5), demo akan berlanjut di Polda Kalsel di Banjarmasin.
Á ÁMenurut Nisfu, demo itu terpaksa mereka lakukan, karena razia
yang dilakukan oleh Polres HSS sudah sangat meresahkan mereka,
mengingat menjual kayu masak merupakan matapencaharian dan ekonomi
warga sejak puluhan tahun lalu.
Á Á"Jika tidak ada solusi dan kebijakan, terpaksa kami melakukan
demo besar©besaran menuntut keadilan atas usaha warga yang terancam
terhenti akibat razia tersebut," ujar Nisfu.
Á ÁKamis (28/4), Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Edi Ciptianto
mengatakan, warga semestinya tidak perlu demo, karena Polres HSS
tentunya memiliki dasar hukum untuk melaksanakan razia di wantilan
yang merupakan bagian dari Operasi Hutan Lestari 2011 itu.
Á Á"Jika ada yang mengatakan bahwa perizinan usaha kayunya
lengkap, silakan itu ditunjukkan kepada aparat. Kalau memang ada
yang diproses, berarti polisi memang memiliki cukup bukti kalau
kayu itu ilegal dan pemilik wantilan memenuhi unsur pidana.
Serahkan saja kepada hukum dan biar pengadilan yang memutuskan
apakah salah atau benar," tuturnya.
Á ÁMenurut Edi, segala persoalan yang dianggap besar, tentu bisa
dipecahkan dan dicarikan solusinya dengan semua pihak duduk
bersama©sama memecahkannya. "Polisi bertindak tentu berdasarkan
norma hukum dan didukung oleh bukti dan fakta©fakta," cetusnya.
Á ÁSementara itu, kuasa hukum Persatuan Usaha Kayu Masyarakat
HSS, Fauzan Ramon SH mengatakan, razia oleh aparat Polres HSS
semestinya terlebih dahulu ke akar masalah, yakni di kawasan hutan,
atau di jalan yang dilalui oleh angkutan kayu ilegal.
Á ÁKalau razia justru ke wantilan yang menjual kayu masak, hal
itu dikhawatirkan membawa dampak sosial yang tinggi, mengingat
masyarakat kebanyakan masih memanfaatkan kayu untuk bahan bangunan.
Á ÁMenurut Fauzan, polisi semestinya bisa mengayomi masyarakat,
bukan menciptakan keresahan yang mendalam bagi masyarakat. Hal itu
jika tidak diindahkan atau dibijaksanai, rawan memunculkan
kerusuhan sosial sebagaimana di daerah lain, di mana markas
kepolisian diamuk warga. Ã Ãadi

No comments: