Monday, April 11, 2011

Berkas KPU Sampai Ke PN Banjarmasin

BANJARMASINÄ Ä © Satu dari tiga perkara dugaan kasus korupsi yang
telah ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin,
dinyatakan rampung dan siap untuk disidangkan.
Á ÁBahkan berkasnya telah dikirim Kejari Banjarmasin ke
Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, tinggal menentukan hari akan
digelarnya persidangan.
Á ÁDikatakan panitera muda PN Banjarmasin Susantri SH,
berkas dugaan gratifikasi dengan terdakwa GF telah sampai ke PN
Banjarmasin dan telah diterima pada Kamis 7 April 2011 kemarin.
Á ÁBerkas sendiri diantar Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi
Pidsus) Ramadhani SH, yang rencananya selaku jaksa penuntut umum
(JPU) dalam perkara tersebut.
Á ÁRencana sidang akan perdana akan digelar pada tanggal 14 April
2011, dengan majelis hakim yang diketuai Yohanis Priyono SH MH,
bersama dua hakim anggota Udjianti SH MH dan Susi Suprapti SH MH.
Á ÁDalam berkas dakwaan terdakwa dituding telah memberi hadiah
atau janji kepada pegawai negeri mengingat kekuasaan atau wewenang
yang melekat pada jabatannya, atau oleh pemberi hadiah atau janji
dianggap melekat pada jabatannya, atau oleh pemberi hadiah atau
janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya.
Á ÁTerdakwa dijerat dalam pasal 13 UU RI No 31 Tahun 1999
tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan
ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak
Pidana Korupsi.
Á ÁKejadiannya pada tahun 2010, berawal pihak Kota Banjarmasin
akan mengadakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin.
Kemudian untuk keperluan pemilihan tersebut harus ada pengadaan
kertas suara yang dananya diambil dari APBD Kota Banjarmasin.
Á ÁUntuk pengadaan kertas suara tersebut kemudian diadakan
tender, ditunjuklah Mastuti Rambitan dan Rodian sebagai panitia
pengadaan barang dan jasa.
Á ÁDalam pengadaan barang dan jasa terpilihlah PT Yusindo
Sidoarjo, selaku pengadaan kertas suara dan logistiknya PT Erlisda.
Sekitar enam bulan berlalu muncul berita telah terjadi korupsi
pengadaan kertas suara, namun setelah diselidiki ternyata kasus
gratifikasi atau pemberian suap dan tersangkanya adalah GF selaku
pemberi uang.
Á ÁMeskipun Kejari Banjarmasin telah menyatakan berkas terdakwa
GF telah rampung, namun Kejari Banjarmasin masih terus melakukan
penyidikan terkait kasus tersebut, karena dua pegawai KPU Kota
Banjarmasin terindikasi menjadi tersangka.
Á ÁAdapun kedua orang yang terindikasi itu adalah MR dan RD
selaku panitia pengadaan barang dan jasa atau penerima hadiah
berupa uang sebesar Rp25 juta. Ã Ãris/adi

No comments: