Sunday, March 6, 2011

Tersangka Kartu Siswa Masih Belum Ditahan

BANJARMASINÄ Ä © Tiga tersangka korupsi pengadaan kartu Nomor Induk
Standar Nasional (NISN) siswa tahun 2008 yang dilaksakan oleh Dinas
Pendidikan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, saat ini satusnya
masih belum ditahan oleh pihak Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁDikatakan Kasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto
SIK, pihaknya saat ini masih belum secara resmi menahan ketiga
tersangka kasus NISN siswa. "Kami masih melakukan pertanyaanªpertanyaan kepada mereka yang diduga sebagai tersangka," katanya.
Á Á"Kasusnya saat ini masih dipelajari, dan bila diperlukan atau
dibutuhkan kembali dalam penyidikan, mereka akan dipanggil kembali.
Saat ini belum ada tersangka baru, namun dari sebagian saksi yang
kita periksa, diduga ada sembilan yang terlibat," tegasnya.
Á ÁPolisi sudah menetapkan dua tersangka pengadaan kartu NISN
siswa tahun 2008 di Dinas Pendidikan Pemko Banjarmasin, yaitu
Sekretaris Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan
Perempuan Kota Banjarmasin, Rudy dan Pejabat Pelaksana Teknis
Kegiatan (PPTK) Elvi.
Á ÁSelain itu, menyusul lagi tersangka baru, yaitu pengawas
sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.
Á ÁIa diduga terlibat dalam kasus korupsi NISN siswa, karena
sebagai pelaksana pekerjaan kartu NISN siswa tersebut. Ditengarai
ia juga ikut terlibat dalam memecahkan satu paket pekerjaan itu
menjadi empat paket kecil, hingga proyek NISN bisa dilakukan, tanpa
melalui pelelangan.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, saat
dikonfirmasi Selasa (1/3) kemarin siang membenarkan sebenarnya ada
tiga yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Á Á"Positifnya satu saksi ini ditetapkan sebagai tersangka,
karena ia ikut terlibat dan perannya sangat besar dalam kasus NISN
ini. Dia diduga selaku pelaksana pekerjaan kartu NISN siswa itu,
dan diduga ia juga ikut berikan saran buat pemecahan satu paket
pagu pengadaan, menjadi empat paket," ucapnya. Ã Ãzal/adi

No comments: