Sunday, March 6, 2011

Salahkan Pihak BPN

BANJARMASINÄ Ä © Pernyataan salah seorang saksi yang hadir dan
memberikan keterangan di depan persidangan Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin bahwa H Muhidin yang telah menguruk tanah, membuat H
Muhidin angkat bicara.
Á ÁSaat ditemui di kedimanannya, H Muhidin yang saat ini menjabat
sebagai Walikota Banjarmasin membenarkan kalau tanah yang saat ini
diduga bermasalah memang diuruk oleh orang suruhannya.
Á Á"Memang saya yang telah menyuruh orang untuk menguruk tanah
itu, karena tanah itu telah saya beli, berarti sudah menjadi milik
saya," akunya.
Á ÁMenurut H Muhidin, tanah yang telah ia beli itu sudah sesuai
dengan sertifikat yang telah ia miliki, bahkan dalam uji forensik
dan pakar hukum, juga menyatakan kalau sertifikat (SHM) No 21 Tahun
1972 itu asli.
Á Á"Saya tidak mengerti, mengapa sertifikat tersebut dikatakan
asli tapi palsu, dan bagi yang menyatakan itu palsu alasan dan
dasarnya apa," katanya.
Á ÁDikatakannya, kasus dugaan sertifikat palsu ini, sepertinya
dipaksakan untuk diproses, karena semua bukti sudah tercukupi, dan
kalau memang tanah atau sertifikat itu bermasalah mestinya yang
bertanggung jawab adalah pembuat sertifikat atau dari pihak BPN
(Badan Pertanahan Nasional).
Á Á"Sertifikat yang saya punya adalah sertifikat bola dunia yang
hanya ada pada tahun 1972, sedangkan sertifikat milik saksi korban
sertifikat garuda yang ada pada tahun 1976 ke atas," ungkapnya.
Á Á"Kalau memang pihak BPN menyatakan kalau tanah tersebut tidak
berlapis, lalu mengapa harus ada keterangan dan tanda tangan pihak
BPN dalam sertifikat yang saya milki," ungkapnya lagi.
Á ÁDijalaskannya, ia membeli tanah tersebut pada tahun 2006 dan
telah diukur ulang pihak BPN Banjar, dan sebelumnya ia telah
menanyakan kepada ketua RT serta camat maupun tetuha warga sekitar
lokasi, intinya menyatakan kalau tanah tersebut tidak bermasalah.
Á Á"Makanya sebelum perkara ini sampai ke PN Banjarmasin,
terlebih dulu sudah diangkat di PTUN daerah dan pusat dan
menyatakan kalau sertifikat itu asli, kalaupun bermasalah berarti
bukan orang akan tetapi yang memberikan surat tersebut," bebernya.
Á ÁSebelumnya diberitakan, dua saksi yang merasa dirugikan dalam
kasus penipuan sertifikat tanah dengan terdakwa Emmy Mardiana,
yakni Serli Oei dan Nirwanati yang telah memiliki sertifikat
kepemilikan tanah mengatakan sangat kaget setelah mengetahui kalau
tanah miliknya yang telah memiliki sertifikat diuruk orang lain,
yang diketahui disuruh H Muhidin.
Á ÁBahkan keduanya tidak mengetahui kalau tanah yang mereka beli
dan telah memiliki sertifikat dimiliki orang lain, dan untuk
memastikan kabsahan sertifikat kedua saksi mendatangi kantor BPN
untuk menanyakan kejelasan tanah yang mereka beli dan miliki.
Á ÁBerdasarkan keterangan pihak BPN, tanah yang telah mereka
miliki sesuai dengan sertifikat dan tidak ada sertifikat lain,
murni milik kedua saksi. Ã Ãris/adi

No comments: