Thursday, March 10, 2011

Polda Akan Tindak Semua Perbuatan Kriminal

BANJARMASINÄ Ä © Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Selatan
(Kalsel) Brigjen Pol Syafruddin akan melacak jaringan terpidana
Hartoni dalam kasus narkoba, yang saat ini menjalani pemeriksaan di
Cilacap terkait kasus yang sama.
Á ÁHartoni merupakan terpidana kasus narkoba yang berhasil
dibekuk jajaran Polda Kalsel beberapa tahun yang telah lewat dan
dikirim ke LP Narkoba Nusakambangan Cilacap Jawa Barat.
Á ÁBeberapa hari kemarin ia tertangkap tangan oleh pihak BNN
karena kedapatan memiliki atau menyimpan narkoba jenis sabu©sabu di
dalam LP tersebut. Bahkan di sela pemeriksaan oleh BNN, Hartoni
mengatakan kalau di Kalsel, peredaran narkoba cukup tinggi dan
nilai penjualannya pun cukup menjanjikan.
Á ÁInformasi yang didapat bahwa di Kalisel telah ada jaringan
Hartoni, yang hingga saat ini terus menjalankan bisnis barang
haram, dan terkenal rapi serta kuat.
Á ÁNamun, apapun pernyataan Hartoni, menurut Kapolda jangan mudah
dipercaya, sebab ia merupakan terpidana dan bisa saja ngoceh
semaunya.
Á Á"Terkait pernyataan Hartoni, itu bisa saja betul dan bisa saja
tidak, namun dilihat dulu datanya, dan jangan mudah percaya dengan
tersangka. Itu kan pernyataan dia, seperti yang sudah saya katakan,
pengungkapan narkoba itu berbanding lurus dengan kesuksesan atau
kegiatan masyarakat memberikan informasi, dan aktivitas maupun
agresivitas petugas. Saya tidak bisa membenarkan penyataan Hartoni,
tapi kita ketahui bahwa pengungkapan kasus narkoba di Banjarmasin
itu memang sangat banyak," katanya.
Á ÁDikatakannya bahwa jajaran Polda Kalsel sangat mengutamakan
atau menekankan untuk mengeroyok pengungkapan kasus narkoba, dan
itu sudah menjadi pekerjaan pihak kepolisian terutama Polresta
Banjarmasin. Namun ia tidak membantah kalau pengungkapan kasus
narkoba di Banjarmasin lebih tinggi dari wilayah©wilayah lain.
Á ÁDisinggung bagaimana bila terjadi peredaran narkoba di LP
Banjarmasin, Syafruddin mengatakan bahwa pihaknya telah antisipasi
dan semua aktivitas yang menyangkut para napi di LP betul©betul
diawasi, keluar masuk makanan, dan setiap hari harus ada yang
patroli.
Á Á"Saya pernah sidak rumah tahanan khsusnya tahanan narkoba, dan
saya juga perintahkan kepada kepala tahanan agar betul©betul
melakukan pengawasan dan setiap jam harus dikontrol," tandasnya.
Á ÁIa mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat maupun instansi
pemerintahan dan lembaga©lembaga untuk memerangi narkoba karena
bahaya dan resikonya sangat berat, bahkan bahaya narkoba juga bisa
menyebabkan datangnya penyakit Aids/HIV, karena dari 100 persen
penularan penyakit Aids/HIV itu 30 persennya adalah dari pemakai
narkoba atau melalui jarum suntik.
Á ÁDisinggung mengenai pengungkapan narkoba, mengapa kebanyakan
yang tertangkap itu hanyalah kurir dan pengedar maupun pemakai,
sedangkan pemilik atau bandarnya sangat jarang tertangkap,
menurutnya, memang logikanya seperti itu. "Yang tertangkap itu
pasti kebanyakan pemakai dan kurir saja, karena mereka memiliki
jaringan yang sangat kuat dan tidak mudah untuk diungkap. SatuÔ h) 0*0*0*° ° Ô bandar bisa seribu pengguna, tapi untuk menangkap bandar kita mulai
dari pemakai, dan bisa juga dari bandar langsung," katanya lagi.
Á ÁKapolda juga mengatakan bukan hanya menindak perkara narkoba
saja, pihaknya juga akan menindak segala bentuk tindak kriminal
termasuk para pelaku illegal mining, illegal fishing yang marak
terjadi.
Á ÁTerkait razia penambangan liar di Kabupaten Tala, ia
mengatakan hanya operasi rutin dilakukan pihak Polda beberapa hari
lalu hanyalah operasi rutin dan siapa pun pelaku akan ditindak baik
itu oknum atau tidak.
Á ÁSedangkan masalah setrum ikan yang terjadi di dua daerah, ia
mengatakan bahwa yang terjadi pada dua daerah itu karena memiliki
perda yang berbeda hingga terjadi perselisihan.
Á Á"Memang ada aturannya tapi ini terkait batas wilayah, ada dua
kabupaten di Kalsel mempunyai perda yang berbeda. Satu menyatakan
tidak mengatur dan satunya kabupaten menyatakan mengatur. Dengan
kejadian kemarin kita perlu mengambil hikmahnya untuk bisa seragam,
dan penyetruman itu jangan lagi ada dan tidak dibolehkan, karena
bukan hanya merusak habitat seperti ikan saja tapi bisa membunuh
manusianya dan habitat©habitat lain yang dilindungi," paparnya.
à Ãris/adi

No comments: