Monday, March 14, 2011

Peti Ternyata Masih Ada

BANJARMASIN © Penambangan tanpa izin (peti) disinyalir ternyata
masih marak, sehingga membuat Kapolda Kalsel Brigjen Pol Syafruddin
merasa gerah dan memerintahkan anak buahnya untuk melakukan
penindakan di lapangan.
Á ÁBeberapa waktu lalu, Kapolda mengakui kalau memang masih ada
peti di wilayah ini. Dir Sabhara Polda Kalsel Kombes Pol Sunaryo,
mengakui juga mendapat perintah dari Kapolda untuk melakukan
penindakan terhadap pelaku peti.
Á Á"Peti kemarin yang kita razia, kebetulan berada di lahan milik
Arutmin. Ini membuktikan, memang masih ada peti di daerah ini,"
ungkapnya.
Á ÁMenurutnya, Polda Kalsel akan menindak tegas pelaku peti.
Bahkan, Kapolda sudah mewanti©wanti, meskipun ada aparat yang
membekingi peti, juga akan ditindak tegas tak pandang bulu.
Á ÁPolda serius melakukan pemberantasan peti. Tim dari Sabhara
Polda Kalsel, pada Minggu (6/3) lalu sekitar pukul 22.00 Wita turun
ke lokasi diduga peti yang masih masuk kawasan milik Arutmin, di
Jl Cenko, Pandansari, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Á ÁTim yang dipimpin oleh Kanit Pengawasan Tertentu Dit Sabhara
Polda Kalsel Kompol Agus Durijanto menemukan alat berat dan
beberapa mobil operasional yang diduga milik pelaku peti.
Á ÁAlat berat terdiri satu eksavator PC 200 dan dua mobil Toyota
DA 9044 C dan B 9675 TG.
Á ÁTak hanya itu, petugas juga menemukan batu bara di lokasi
sekitar 500 MT. Semua barang bukti kemudian oleh tim diserahkan
kepada Polsek Kintap Resort Tanah Laut untuk diusut lebih lajut.
"Sejak penemuan, diharapkan, dalam jangka setengah bulan, berkas
kasus dudah harus P©21 (lengkap)," terang Sunaryo.
Á ÁSebelumnya, pada Jumat (25/2) malam lalu, tim dari Sat IV Dit
Reskrim Polda Kalsel bersama Polres Tanah Laut juga mengamankan dua
unit alat berat jenis eksavator diduga melakukan penambangan batu
bara liar atau peti di kawasan Desa Serindai, Asam Asam Kintap,
Tanah Laut, Jumat (25/2) malam.
Á Á Dari dua unit alat berat itu, petugas juga mengamankan satu
orang operator yang akan menjalani proses penyidikan.Á x x A Á
Á ÁPantauan à ÃMata BanuaÄ Ä di lapangan, anggota Polda Kalsel yang
dipimpin Dir Reskrim Polda Kalsel, Kombes Pol Mas Guntus Laope tiba
di daerah Asam Asam, Jumat (25/2) sekitar pukul 22.00 Wita.
Á ÁKemudian sekitar pukul 23.00 Wita, anggota Polda Kalsel yang
dibantu anggota Polres Tala, mulai bergerak menuju lokasi
penambangan batubara diduga ilegal.
Á ÁDalam penyisiran itu, petugas menemukan sekitar delapan titik
tempat dilakukannya penambangan liar, dengan kondisi sudah seperti
sumur dan terdapat tumpukan batu bara serta ada yang sudah dimuat
dalam karungan.
Á ÁDiduga razia yang dilakukan anggota Polda Kalsel telah bocor,
sehingga para penambang liar sempat menghentikan aktivitasnya dan
menyembunyikan alat berat.
Á ÁTerbukti dengan delapan titik yang ditemui pada saat razia,
tempat tersebut sudah menjadi kubangan besar dan tidak mungkin
dilakukan dengan alat manual, apalagi dari tepi atau sisi lobang
tersebut nampak bekas cakaran alat berat.
Á ÁMeskipun dari delapan titik yang diduga dilakukan penambangÔ h) 0*0*0*° ° Ô liar itu petugas tidak menemukan alat berat yang digunakan, namun
petugas tetap memasang batas garis polisi (police line).
Á ÁAkan tetapi sebelumnya petugas telah mengamankan satu orang
dan dua unit alat berat jenis eksavator di kawasan Desa Serindai
Asam Asam, Kecamatan Kintab, di lahan PT Arutmin, sebelum tim Polda
Kalsel masuk lokasi.
Á ÁInformasi terhimpun, dilakukannya razia penambangan batubara
liar ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyatakan kalau
di kawasan Desa Serindai Asam Asam, Kecamatan Kintap, Tala, marak
penambangan tanpa izin. Ã Ãris/adi

No comments: