Monday, March 21, 2011

Pegawai Koperasi Terlibat Sabu

BANJARMASIN © Seorang diduga kepala cabang Koperasi Berkah, Ikhwan
(44), dan pegawainya Hendrik (44), tertangkap petugas Subdit II Dit
Resnarkoba Polda Kalsel, Jumat (18/3) sekitar pukul 15.30 Wita di
kantor Koperasi Berkah, Jl Cemara Raya. Banjarmasin Utara.
Á ÁSelain Ikhwan dan Hendrik, polisi juga mengamankan penghubung,
Darmawan (40), warga Jl Pangeran RT 07 No 162 Kelurahan Pangeran,
Banjarmasin Utara, serta kurir sabu, Burhan (28), warga Jl Agraria
II Gg 4A RT 34 RW 12 No 04, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat.
Á ÁDari keempat tersangka ini, polisi menyita barang bukti,
terdiri satu paket sabu berat 3,63 gram atau berat bersih 3,43
gram, kemudian satu paket sabu kecil, 0,27 gram serta mobil Honda
Jazz warna hitam DA 7425 BE, satu buah timbangan digital dan
sejumlah HP.
Á ÁDir Resnarkoba Kombes Pol Agus Budiman Manalu melaluiÁ Ð Ð F ÁKasubdit II AKBP Jimmy A mengakui kalau pihaknya berhasil
mengamankan empat tersangka pengedar sabu yang diduga bersumber
dari Joni yang kini masih mendekam di LP Teluk Dalam.
Á ÁMenurutnya, di antara empat tersangka, dua adalah pegawai di
Koperasi Berkah, yakni Ikhwan, warga Jl Handil Bakti Kompleks
Keruing Indah RT 13 Blok L No 23 Kelurahan Semangat Dalam Kecamatan
Alalak, Batola dan Hendrik, warga Jl Sutoyo S Gg Amsoka II RT 06 RW
17 No 16D Kelurahan Antasan Besar Banjarmasin Tengah.
Á ÁBermula dari informasi bahwa Darmawan kerap mengedarkan sabu,
maka polisi berupaya memancingnya dengan berpura©pura memesan sabu
dari Darmawan.
Á ÁTanpa curiga, Darmawan mengakui kalau ia bisa menyediakan
sabu. Kemudian, Darmawan diduga mengontak Ikhwan. Ikhawan diduga
menelepon Joni untuk mengeluarkan sabu sesuai pesanan calon
pembeli.
Á ÁIkhwan bekerja sama dengan Hendrik untuk mempersiapkan sabu
itu. Lantas Darmawan, Ikhwan dan Hendrik berkumpul di kantor mereka
untuk menunggu calon pembeli.
Á ÁSementara itu, sabu yang sudah disiapkan dibawa oleh Burhan
dari suatu tempat yang diduga dari komplotan Joni. Burhan kemudian
datang juga ke kantor koperasi itu mengendarai mobil Hinda Jazz.
Á ÁBegitu semuanya berkumpul dan calon pembeli berada di sana,
transaksi pun akan dilakukan. Namun, tiba©tiba tanpa sepengetahuan
para tersangka, para polisi sudah mengepung mereka, sehingga
keempat tersangka tak bisa lagi berkutik.
Á ÁDari tangan Burhan, polisi menyita satu paket sabu seberat
3,63 gram. Begitu juga saat dilakukan penggeledahan di dalam mobil,
polisi lagi©lagi menemukan barang bukti sabu seberat 0,27 gram.
Á ÁKeempat tersangka dikenakan pasal 114 UU No 35 Tahun 2009
tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal empat tahun
penjara.
Á Á"Kasus ini masih dikembangkan karena ada dugaan keterlibatan
residivis sabu, Joni," kata Jimmy. adi

No comments: