Monday, March 7, 2011

Kawasan Alalak Tengah Tegang

BANJARMASINÄ Ä © Kawasan Alalak, yang identik masyarakatnya bergelut
dengan usaha perkayuan, saat ini kondisinya terlihat tegang.
Á ÁKetegangan bertambah di saat seratus lebih pendemo yang
mengatasnamakan Keluarga Besar Alalak melakukan aksi demo ke tempat
pengusaha kayu pendatang, H Mukhlis di RT 4 Alalak Tengah
Banjarmasin Utara, Senin (7/3) sekira pukul 09.00 Wita. Hingga
berita ini diturunkan mereka masih bertahan di sana.
Á ÁDalam orasinya, pendemo menuntut supaya aktivitas bansaw CV
Antik Prima ditutup, dan tak beraktivitas lagi, selain itu H
Mukhlis pemilik bansaw itu juga diminta pergi meninggalkan Alalak.
Á Á"Kami ke sini berdemo bukan karena mabuk miras dan sejenisnya,
tapi netral kami tak ingin anarkis. Kenapa kita jadi demo yang
sebelumnya tak ada, demo ada karena kami sudah habis kesabaran,
akibat pendatang," katanya garang.
Á ÁDilanjutkannya, sebelumnya hadirnya pengusaha pendatang, warga
Alalak tak terjadi ketidakharmonisan.
Á Á"Mereka lupa dengan isi perjanjian, pada 13 Oktober 2010
silam, yang dilaksanakan di Mapolda Kalsel, yang isinya ada
kesepakatan malah kesepakatan itu ditabrak dari salah satu
pengusaha perkayuan yang bersepakat," ucapnya lantang.
Á Á"Di mana tanah dipijak di situ langit dijunjung, jangan kuras
harta Alalak," ucapnya.
Á ÁSelain itu, pendemo juga membawa berbagai spanduk, "Jangan
Hanya Menikmati Hasil Pembangunan Orang Lain", "Pina Karas Panggulu
Sakalinya Ma'ulu©ulu", "Kami datang ke sini bukan karena mabuk,
tapi netral", dan lain©lain.
Á ÁDalam pantauan di TKP Jl Alalak Tengah sempat macet selama
kurang lebih 90 menit, karena para pendemo berorasi di tengah
jalan. Kemudian aparat hukum dari Mapolresta Banjarmasin dan
Mapolsekta Banjarmasin Utara berupaya bernegosiasi, dan pendemo
minta dipertemukan dengan H Mukhlis.
Á ÁDemo nyaris bentrok saat dua orang yang berada di bansaw H
Mukhlis memandang ke arah para pendemo yang menggunakan pengikat
kain warna kuning di tangan kiri dan kanan. Hanya saja bisa
diredakan oleh aparat yang siaga di TKP.
Á ÁMereka juga berupaya menyegel bansaw tersebut, tapi bisa
dihalau barisan Barakuda Mapolresta. "Mentang©mentang ada oknum di
belakangnya, ia berbuat seperti itu," kata sebagian pendemo.
Á ÁPihak warga minta ketegasan dari Polri bisa tidaknya H Mukhlis
dihadirkan ke lokasi demo.
Á ÁKabarnya, H Mukhlis mau bertemu tapi difasilitasi oleh
Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, tapi pendemo keberatan dengan
ketidakhadiran pengusaha kayu pendatang itu di sana, hingga demo
terus berlangsung. Ã Ãzal/adi

No comments: