Friday, March 18, 2011

Kadishub Tala Dituntut Setahun Penjara

PELAIHARI © Ä ÄSetelah menjalani persidangan yang cukup panjang,
Kadishub Tala H Syamsul Fajerie divonis satu tahun penjara oleh
majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelaihari dalam sidang, Kamis
(17/3).
Á ÁVonis tersebut sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa
penuntut umum (JPU) di mana dalam tuntutannya setahun tiga bulan
dengan denda Rp50 juta.
Á ÁPejabat teras di lingkungan Pemkab Tanah Laut ini hanya bisa
tertunduk dan tetap tenang setelah mendengar vonis yang dijatuhkan
oleh majelis hakim. Bahkan ia belum menyatakan menerima atau
menolak putusan tersebut. Namun, setelah berkonsultasi dengan
pengacaranya, Abdul Kadir, ia mengatakan akan melakukan banding
atas putusan majelis hamkim tersebut.
Á ÁMenurut pengacar terdakwa, kesalahan kliennya dicari©cari,
padahal kliennya dalam pelaksanaan proyek maupun lainnya sudah
menjalankan perannya dengan baik. Sebab sebagai kepala dinas tentu
sudah membagi©bagi tugas sesuai dengan porsi dan kewenangannya
masing©masing.
Á Á"Tidak mungkin seorang kepala dinas harus mengawasi semua
jalannya proyek. Sementara tugas kewenangan untuk menjalankan
proyek itu sudah dibagi©bagi," ujar Kadir.
Á ÁSidang dugaan korupsi proyek pengadaan logo perhubungan tahun
2008 tersebut berlangsung cukup ramai, terlebih sidang putusan
tersebut dihadiri sejumlah pegawai Dishub Tala. Kedatangan pegawai
Dishub Tala itu tak lain guna memberikan semangat pada atasannya
tersebut.
Á ÁSeperti diketahui, proyek pengadaan logo perhubungan tersebut
bersumber dari anggaran daerah dengan pagu sebesar Rp75 juta. Ada
tiga kontraktor yang mengikuti lelang, namun CV Andhika akhirnya
ditetapkan sebagai pemenang karena penawarannya terendah yakni
Rp73.428.000.
Á ÁPekerjaannya berupa pembuatan logo perhubungan yang merupakan
identitas dinas perhubungan. Logo ini dibangun di depan kantor
Dishub Tala. Bentuknya menyerupai bola dunia berwarna biru langit.
Á ÁDalam dakwaannya pada sidang pekan lalu, JPU menyatakan telah
terjadi penyimpangan pada pelaksanaan proyek tersebut. Pekerjaan
diduga tidak sesuai dengan perencanaan sehingga merugikan negara
puluhan juta rupiah.
Á ÁSecara terpisah, JPU Anwar SH usai vonis mengatakan, kasus
sudah divonis, namun pihaknya masih menunggu kabar apakah mereka
banding atas putusan tersebut.
Á ÁTerkait dengan keterangan Kadishub Tala bahwa yang paling
berperan dalam proyek tersebut adalah Ervan, saat ini kejaksaan
masih mendalmi penyelidikan terkait keterlibatan mantan Kabag TU
Dishub Tala tersebut.
Á ÁErvan Riadi diduga terkait proyek pengadaan logo perhubungan
tahun 2008. Pegawai Pemkab Tala itu kini bertugas di Badan
Perpustakaan dan Arsip sebagai fungsional arsiparis. can/adi

No comments: