Monday, March 21, 2011

Jasad Korban Diautopsi

BANJARMASIN Ä Ä© Jasad Rifka Gunawan alias Rifka (20), karyawan NASA
yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri, rencananya Senin
(21/3) hari ini akan dikirim menuju kampung halamannya atau tempat
karabatnya di daerah Bandung, Jawa Barat.
Á ÁMinggu (20/3) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita, jasad Rifka
yang telah berada di kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin diautopsi
pihak rumah sakit.
Á ÁAutopsi dilakukan sesuai hasil koordinasi pihak kepolisian,
untuk memastikan penyebab kematian korban.
Á ÁMeskipun korban ditemukan tak bernyawa lagi tergantung dengan
sebuah tali selempang tas yang terikat di lehernya, di bagian atap
mess karyawan Nasa, namun belum cukup meyakinkan kalau korban
meninggal karena gantung diri.
Á ÁMenurut salah seorang anggota Polresta Banjarmasin, Brigadir
Agus, dilakukannya autopsi ini untuk memastikan penyebab kematian
korban, karena meskipun ditemukan dalam keadaan gantung diri, namun
ada kejanggalan sebab meninggalnya korban seperti bukan gantung
diri.
Á Á"Biasanya ciri©ciri orang meninggal karena gantung diri,
selain lidah ada bekas lilitan tali, lidah terjulur dan air mani
atau lendir dari kemaluan," katanya.
Á ÁTapi, lanjutnya, di tubuh korban kita tidak ditemukan tandaªtanda itu, apalagi wajah korban sepertinya biasa saja, tidak begitu
pucat layaknya orang yang meninggal akibat gantung diri.
Á Á"Maka dari itu untuk memastikan penyebab kematian korban
kemudian kita lakukan autopsi, agar belakangan nantinya tidak ada
lagi keraguan, seperti yang terjadi di wilayah Polsekta Banjarmasin
Selatan, beberapa waktu yang telah lewat," ungkapnya.
Á ÁDikatakannya, orang yang pertama kali melihat korban
tergantung adalah pembantu NASA yang ingin menjemur pakaian dan
melihat korban telah tergantung di tiang jemuran lantai V mess
karyawan NASA, di kawasan Jl Djok Mentaya RT 01, Kecamatan
Banjarmasin Tengah, Minggu (20/3) sekitar pukul 08.00 Wita.
Á ÁDekat korban tergantung ditemukan satu buah Hp dan rokok serta
mancis yang diduga miliknya. Korban sendiri saat tergantung
mengenakan celana jins pendek dan baju kaos oblong warna kuning,
dengan rambut terurai panjang.
Á ÁJasad korban kemudian dievakuasi pihak kepolisian dibantu tim
SAR Gabungan dan dibawa menuju kamar mayat RSUD Ulin menggunakan
mobil BPK Belmas.
Á Á"Menurut informasi, korban baru bulan Januari 2011 tadi
bekerja di NASA. Sedangkan pihak NASA dan orang yang pertama kali
melihat korban telah dipanggil untuk dimintai keterangan,"
jelasnya.
Á ÁDiketahui yang pertama kali melihat korban itu memang seorang
pembantu bernama Hakima (32), warga Jl Sungai Baru atau Pegadaian
RT 1, Kelurahan Pekapuran B Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁMenurut salah seorang karyawan rumah sakit, tidak ada keluarga
dekat korban yang datang, adapun yang datang juga kerabat jauh dan
hanya sebentar, dan setelah dilakukan autopsi kemudian jasad korban
dimasukkan ke ruang pendingin. Rencananya jasad korban akan dikirim
ke rumah duka untuk disemayamkan hari ini, Senin (21/3).Ã Ã Ä Ä
à ÃÄ Ä Á ÁInformasi lain, korban adalah seorang pemandu lagu (ladies) di
THM Nasa, tinggal di mess NASA, lantai 4 di kamar No 2. Dara ayu
itu berasal dari Bandung Jawa Barat (Jabar), dan baru tiga bulan
tinggal di Banjarmasin.
Á ÁTewasnya dalam kondisi tragis, tergantung pada jemuran yang
digunakan untuk menjemur pakaian di lantai 5 paling atas bangunan.
Saksi mata pertama kali yang melihat Halimah (32), warga Sungai
Baru Banjarmasin. Pembantu pada mess NASA melihat korban tergantung
dengan sehelai kain mencekik lehernya.
Á ÁDari informasi terkumpul, pada Minggu (20/3) pukul 06.00 Wita,
di saat Halimah akan menjemur beberapa pakaian yang ia cuci, ia
dikagetkan oleh pemandangan yang memilukan. Pertama saksi mata
hanya kaget saja, karena mengira ada orang jahil memasang boneka
besar di jemuran.
Á ÁTapi saat dicermatinya yang tergantung itu ternyata adalah
orang benaran, iapun seketika berteriak sejadinya, sembari berlari
memberi tahu kejadian itu kepada Mami Ari (32).
Á ÁDiakui Mami Ari, saat di Sat Reskrim Mapolresta Banjarmasin,
ia sangat terkejut saat diberitahu pembantu kalau Rifka tewas
tergantung, sekira pukul 06.00 wita. Mami Ari langsung lapor ke
manajemen NASA dan pihak berwajib. Sekira pukul 08.00 Wita aparat
Identifikasi Sat Reskrim tiba di TKP.
Á ÁMenurut Mami Ari, sebelumnya pada pukul 14.00 wita Sabtu
(19/3) Rifka ada minta izin lewat SMS yang isinya bahwa ia tidak
dapat bekerja, lantaran sakit. Kesehariannya Rifka dikenal supel
dan baik kepada teman sepekerjaannya. Hanya saja ia tertutup,
mengenai masalah pribadi. "Ia jarang curhat dengan teman
sekamarnya, tapi bisa terbuka apabila itu urusan pekerjaan saja, ia
tidur sekamar sama Vero (30)," terangnya.
Á ÁKapolsek Banjarmasin Tengah AKP A Fathul Ulum SIK, saat
dikonfirmasi pukul 14.30 Wita mengatakan, saat ini kasusnya telah
ditangani oleh pihak Mapolresta Banjarmasin.
Á ÁPolisi memerika Halimah (32) dan selesai pada pukul 15.30.
Sedangkan Mami Ari (32), Vero (30), diperiksa hampir tiga jam,
selesai pada pukul 16.30 Wita.
Á ÁKasat Reskrim Mapolresta Banjarmasin Kompol Suhasto SIK, saat
dikonfirmasi via telepon seluler masih berada di Semarang. "Yang
jelas saat ini benar kasus ditangani Sat Reskrim. Hasil autopsi
dari rumah sakit, Rifka meninggal akibat gantung diri, bukan
dibunuh," tegasnya.
Á ÁIrwan, supervisor Karaoke THM NASA saat dikonfirmasi via
telepon mengakui, ada ladiesnya yang tewas. "Ada pemberitahuan
lewat telepon, namun ceritanya sama sekali tak tahu persis,"
katanya.
Á ÁIsu beredar, tewasnya ladies ini karena frustrasi, karena
dirinya hamil, sementara sang pacar seorang dokter tak mau
bertanggung jawab. Namun, isu ini belum tentu kebenarannya.Á Ð Ð F Á
à Ãris/zal/adi

No comments: