Wednesday, March 23, 2011

Jaringan Sabu LP Diungkap Sat Narkoba

BANJARMASINÄ Ä © Jaringan sabu Lembaga Pemasyarakatan (LP) Teluk Dalam
kini tengah diungkap Sat Narkoba Mapolresta Banjarmasin, sehingga
satu bandar dan satu kurir dibekuk, begitu pula bandar sabu yang
berstatus narapidana, Kacip ikut terseret, Rabu (23/3) sore
kemarin.
Á ÁSebelumnya aparat Unit I Sat Narkoba Polresta pimpinan Iptu
Hadi Siagian SH bersama aparatnya, menciduk dua orang, satu selaku
bandar kecil, Alam (41) residivis kasus sama tahun 2000 silam, saat
di rumahnya di Jl Masjid Jami RT 2 Sungai Jingah Banjarmasin Utara,
Senin (21/3) sekira pukul 23.00 Wita.
Á ÁSaat penyergapan, ia bersama kurirnya Berkat alias Akat (31),
warga Jl Antasan Kecil Timur Dalam (AKTD) RT 19 Banjarmasin Utara,
dengan sabu seberat 50 gram senilai Rp80 juta lebih. Sabu itu bisa
dipecah menjadi 500 paket pesanan dari Naim, masih DPO Sat Narkoba.
Á ÁUniknya, tarnsaksi narkoba dilakukan oleh bandar sabu
Banjarmasin via telepon ke Kacip, seorang narapidana LP Teluk Dalam
Banjarmasin.
Á ÁSabu itu pesanan Alam sebanyak 50 gram, kemudian transaksi
dilakukan oleh kurir Kacip, yaitu Idar, sehingga sampai ke tangan
Berkat.
Á ÁDikatakan Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Drs Hilman Thayib
SIK disertai Kasat Narkoba Kompol Christian Rony SIK dan Kabag
Sunram Kompol Agus S SIK, Rabu (23/3) kemarin, tersangka sabu yang
diciduk dua orang itu adalah jaringan sabu antar LP, diduga mereka
termasuk jaringan sabu Hokai, napi Nusa Kambangan. "Dibongkarnya
jaringan ini melalui penyelidikan yang alot," katanya.
Á ÁBerkat nyanyian Hokai itulah, kedua tersangka sabu bisa
diringkus. "Berarti dari jumlah 50 gram itu, 500 orang warga
Banjarmasin selamat dari pemakaian sabu. Ini hasil pengembangan
kasus dari Jawa di LP Nusa Kambangan, dan mengarah ke LP Teluk
Dalam," ucapnya.
Á ÁDikatakan, saat dilakukan razia pada LP, aparat memang sempat
menunai hasil nihil. "Selain bandar besar tersangka K adalah
pengendali peredaran sabu, hukuman jelas seumur hidup," tegasnya.
Á ÁDalam tiga bulan ini sudah ada 52 tersangka dan sabu seberat
108,9 gram, mencapai 10 ons lebih.
Á ÁDiakui tersangka, pekerja sablon, Alam (41) dan pelaut Berkat
(31), sabu dipesan dari Kacip, tahanan di LP Teluk Dalam, via
telepon sebanyak 50 gram seharga Rp16 juta.
Á Á"Tapi bila pesan pergram Rp1,6 juta. Sabu itu pesanan teman
saya Naim, saya hanya penghubung bukan bandar sabu, kata Alam.
Á ÁSabu itu diambil oleh Berkat "Dia saya kasih Rp500 ribu,
sedangkan saya dapat untung Rp2 juta dari Naim. Barang sabu diantar
oleh kurir Kacip, bernama Idar, dan ini baru satu kali dilakukan.
Saat saya ada pesanan sabu, saya kontak Kacip dan mengiyakan barang
siap diantar oleh kurirnya," ujarnya. Ã Ãzal/adi

No comments: