Tuesday, March 1, 2011

BPN Menyatakan Tanah Tidak Berlapis

BANJARMASINÄ Ä © Dua saksi yang merasa dirugikan dalam kasus penipuan
dengan terdakwa Emmy Mardiana, hadir dipersidangan lanjutan yang
digelar Selasa (1/3) kemarin di PN Banjarmasin.
Á ÁKedua saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Arif
Rahman SH MH, adalah Serli Oei dan Nirwanati yang telah memiliki
sertifikat kepemilikan tanah.
Á ÁDalam keterangannya di bawah sumpah, kedua saksi mengatakan
sangat kaget setelah mengetahui kalau tanah miliknya yang telah
memiliki sertifikat diurug orang lain.
Á ÁBahkan keduanya tidak mengetahui kalau tanah yang mereka beli
dan telah memiliki sertifikat dimiliki orang lain, dan untuk
memastikan kabsahan sertifikat tersebut kedua saksi mendatangi
kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menanyakan kejelasan
tanah yang mereka beli dan miliki.
Á ÁBerdasarkan keterangan pihak BPN bahwa tanah yang telah mereka
miliki telah sesuai dengan sertifikat dan tidak ada sertifikat
lain, murni milik kedua saksi.
Á Á"Saya beli tanah tersebut pada tahun 2001 dan telah memiliki
sertifikat, bahkan pihak BPN juga pernah melakukan pengukuran
ulang, dan saya sangat kaget setelah mengetahui kalau tanah itu
telah diurug orang lain," kata saksi Serli Oei.
Á ÁMenurut saksi kejadian itu pada tahun 2008 ia mengetahui tanah
miliknya diurug orang lain, dan setelah mendatangi pihak BPN dan
tidak ada kesalahan, kemudian ia melaporkan kejadian itu ke pihak
kepolisian.
Á ÁHal serupa juga dikatakan saksi Nirwanati, yang memiliki tanah
berbatasan dengan saksi Serli Oei, yang ia beli pada tahun 1977. Ia
juga mengaku terkejut setelah mengetahui kalau tanah miliknya telah
diurug orang lain.
Á Á"Saya tahu kalau tanah milik kami itu telah diurug orang lain
dari suami saya, dan karena sudah melihat kenyataan itu kemudian
saya bermaksud menjual tanah tersebut dan sempat menawarkan kepada
H Muhidin, dengan harga Rp150 ribu permeter, namun ditawar Rp50
ribu, hingga saat ini tidak ada kesepakatan," katanya
Á ÁÃ ÃÄ ÄDiseretnya terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin,
karena diduga telah menjual tanah bermasalah seluas 85 X 340 meter
ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin Raya V No 19
Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat jual putus,
tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meterÔ h) 0*0*0*° ° Ô persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.Ã Ã ris/adi

No comments: