Sunday, March 6, 2011

500 Massa Alalak Siap Usir Pengusaha Pendatang

BANJARMASINÄ Ä © Sebanyak 500©an massa Alalak, Senin (7/3) hari ini
bersiap menggelar demo besar©besaran untuk menekan bahkan mengusir
beberapa pengusaha pendatang yang dinilai tak menghormati atau
kurang peduli dengan warga asli setempat.
Á ÁMinggu (6/3), Abdurrahman, koordinator demo mengatakan, pihak
warga sudah kehilangan kesabaran karena salah satu pengusaha
pendatang, H Muhklis tidak juga menunjukkan itikad baiknya untuk
meminta maaf maupun mengadakan pertemuan dengan para tokoh Alalak
sebagai bagian dari pelaksanaan isi kesepakatan sebelumnya di Polda
Kalsel, 13 Oktober 2010 lalu.
Á Á"Beberapa waktu lalu, warga sudah menahan diri untuk demo
besar©besaran ke CV Antik Prima, karena ada tawaran opsi dari pihak
berwajib di Polresta Banjarmasin, apakah akan dilakukan pertemuan
besar dengan difasilitasi kepala daerah. Namun, opsi itu juga tidak
dihormati, makanya warga sudah kehilangan kesabaran," cetusnya.
Á ÁMenurutnya, sasaran utama demo adalah CV Antik Prima yang
dipunyai H Mukhlis, karena timbulnya permasalahan karena H Mukhlis
dianggap tak menghormati isi kesepakatan.
Á Á"Bahkan, untuk sekadar menemui tokoh warga pun dia tidak
peduli dan terkesan meremehkan," jelasnya.
Á ÁDipastikan sekitar 500 warga Alalak yang beberapa tahun lalu
telah berjuang dengan gigih agar kawasan Alalak diakui sebagai
sentra usaha perkayuan akan turun kembali.
Á Á"Sejarah usaha perkayuan panjang, di mana kami sudah berjuang
menghindari agar usaha perkayuan di Alalak tidak ditutup. Namun
kini, setelah Alalak bisa menjadi kawasan industri kayu, pengusaha
pendatang justru tidak menghormati kami yang berjuang sebelumnya,"
bebernya.
Á ÁDisinyalir, kegeraman warga dipicu, kalau dana pembangunan TK
Al Quran RT 02 Alalak Tengah justru diambil dari Yayasan Alalak
Besar. Padahal, sesuai kesepakatan 13 Oktober 2010, tanggung jawab
pembangunan sepenuhnya ada pada pihak H Mukhlis.
Á ÁBegitu masyarakat mempertanyakan soal kesepakatan antara H
Maulana dan H Mukhlis di Polda Kalsel, 13 Oktober 2010 lalu,
akhirnya, H Muhklis kabarnya mau mempertanggungjawabkannya.
Á ÁDari info kubu H Maulana, pihak H Muhklis mengakui kalau
pembangunan TK Al Quran RT 2 Alalak Tengah adalah tanggung
jawabnya, bukan tanggung jawab Yayasan Alalak Besar.
Á ÁPada 14 Februari 2011, H Muhklis kabarnya membuat surat
pernyataan mengakui bahwa uang Rp68 juta yang digunakan untuk
membangun TK Al Quran RT 2 adalah pinjaman dari yayasan.
Á ÁH Muhklis pun berjanji dalam waktu sebulan, terhitung sejak
membuat surat pernyataan itu, akan mengembalikan uang yayasan
sebesar Rp68 juta. Surat pernyataan itu ditandatangani oleh H
Mukhlis dan disaksikan oleh H Alariansyah (pengurus yayasan) serta
Akuzaman. Ã Ãadi

1 comment:

arif etonk said...

buat saya bener juga ,nama nya orng pendatang hormatilah ,adat istiadat
dan peraturan yang berlaku di wilayah di mana dia tinggal.....
jangan se enak nya aja ,kaya orang ega pernah tau nama sopan santun aza