Saturday, February 12, 2011

Yayasan Alalak Besar Mulai Berjalan

BANJARMASIN © Pengurus Yayasan Alalak Besar, Sabtu (12/2)
memberikan penjelasan kepada pers terkait pendirian yayasan
termasuk kegiatannya selama ini, sejak terbentuk 14 Oktober 2010
lalu.
Á ÁMenurut Ketua Yayasan Alalak Besar, H Muhsin, didampingi M
Yamin, penjelasan tersebut sekaligus penjelasan kepada publik di
Alalak, sehingga diharapkan tak ada lagi syak wasangka yang membuat
situasi kurang nyaman.
Á ÁDiakui, yayasan itu terbentuk sejak ada kesepakatan antara H
Mukhlis dengan pihak H Maulana, 13 Oktober 2010 lalu.
Á ÁSecara garis besar, pengurus yayasan adalah, H Muhsin (ketua),
H Alariansyah (wakil ketua), Murhan (sekretaris), H Wardi
(bendahara) dan H Abdul Rahman alias H Aman (wakil bendahara).
Á Á"Pengurus sudah lengkap, tinggal penuangan hasil berita acara
rapat dan legalisasi kepengurusan di notaris masih dalam proses.
Dalam waktu dekat, insya Allah bisa disyahkan di notaris, untuk
kemudian dibawa ke Kementerian Hukum dan HAM," cetus Muhsin.
Á ÁSumber dana yayasan berasal dari para pengusaha saw mill
(kayu) di Alalak Tengah, dari RT 1 hingga RT 3, serta Alalak
Selatan dari RT 1 sampai RT 9. "Begitu juga sasaran warga yang akan
disantuni misalnya santunan kematian, juga warga di wilayah itu.
Ini sementara, karena kalau yayasan sudah besar, kita akan perluas
jangkauannya," paparnya.
Á ÁAdapun nilai kontribusi pengusaha ke yayasan, untuk log yang
dibeli dari industri plywood, sekitar Banjarmasin senilai
Rp5.000/meter kubik.
Á ÁKayu log yang dibeli dari luar Banjarmasin, kontribusi
Rp10.000/meter kubik, kayu galam, log bajai dan kayu kelapa
disepakati sukarela. Khusus untuk H Mukhlis, menyumbang
Rp15.000/meter kubik.
Á ÁDana yayasan, lanjutnya, digunakan untuk pembangunan
sekretariat yayasan yang sudah hampir rampung Rp18.225.000,
santunan kematian Rp.7.800.000, di mana tiap orang yang meninggal,
disantuni Rp500 ribu.
Á ÁKemudian, untuk pembangunan TK Al Quran di RT 02 Rp88 juta dna
sebagainya. Sejumlah sumbangan yang tercatat, antara lain dari Mat
Noor (UD Mitra) sebesar Rp1.255.000, H Udin Rp2 juta, H Wardi Rp9
juta, H Udin lagi Rp1,2 juta, Ahmad Sabran Rp1.150.000, H Mukhlis
dari dua tongkang kayu, baik dari Duta Pasific dan Kalam Grup
sebesar Rp68.857.000, serta H Wardi lagi Rp4.100.000.
Á ÁDana terhimpun sejaka yayasan berdiri hingga akhir tahun 2010
adalah Rp14.405.000, sedangkan sejak Januari 2011 adalah
Rp72.957.000.
Á Á"Namun, pengeluaran untuk kemaslahatan masyarakat hingga hari
ini, mencapai Rp101.525.000, sehingga yayasan masih memiliki
kekurangan Rp14.163.000. Namun, tolong doanya, kita akan bisa
menangani kekurangannya. Apalagi, ke depan, kita juga akan
mengadakan mobil pemadam kebakaran," bebernya.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒ™Á ÁDiduga kuat karena kurang terbukanya pihak H Mukhlis terhadap
pihak H Maulana soal pembentukan yayasan, termasuk kontribusi dana
ke yayasan, membuat Alalak kembali memanas.
Á ÁRabu (9/2), H Maulana atau yang kerap disapa H Imau
mengatakan, semestinya H Mukhlis beritikad baik merealisasikan
hasil kesepakatan 13 Oktober 2010 lalu, di mana ia membentuk
yayasan empat hari setelah kesepakatan, serta memberikan kontribusi
Rp15 ribu tiap meter kubik kayu yang didatangkannya.
Á Á"Tapi, kita menyayangkan, ketika pihak kami selaku pihak yang
terlibat kesepakatan meminta penjelasan, namun, sepertinya tidak
begitu digubris. Namun, ketika Dir Reskrim meminta penjelasan,
justru H Mukhlis menjelaskannya. Dalam hal ini, kami sepertinya
tidak dihormati, dan kami merasa tersinggung," kata H Imau serius.
à Ãadi

No comments: