Wednesday, February 9, 2011

TO Dikejar Hingga 15 Februari

BANJARMASIN © Polda Kalsel dan seluruh polres berupaya keras
memberantas aksi premanisme untuk 100 hari tahap dua sejak Januari
dan berakhir 15 Februari 2011.
Á ÁAdapun target operasi (TO) sebanyak 78 orang preman yang sudah
terdata di jajaran kepolisian akan dikejar.
Á ÁMenurut Dir Reskrim Polda Kalsel Kombes Pol Mas Guntur Laope
melalui Kabag Bin Ops Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP Dwi Tjahyono,
Rabu (9/2) kemarin, aksi premanisme belakangan ini cukup meresahkan
masyarakat.
Á ÁUntuk itu, polisi ditargetkan bisa mengurangi premanisme. Data
sementara, satu dari tiga pelaku jambret di kawasan Banjarmasin
Utara, Sani sudah diringkus di kawasan Jelapat, Batola.
Á ÁSementara rekannya Ituk sudah ditangkap lebih dulu dan
disidang, sedangkan satu rekannya lagi MD masih dikejar.
Á ÁSelain itu, ada lagi dua orang yang berhasil diringkus di
Kabupaten Banjar, yakni Dan dan Yah, pelaku pembacokan di
Martapura.
Á ÁMenurut Dwi, data tersebut masih akan terus bertambah seiring
laporan dari seluruh satwil dan kebetulan, rapat kerja teknis yang
dihadiri seluruh kasat reskrim se©Kalsel berlangsung hari ini,
Kamis (10/2).
Á ÁSelain premanisme, ditarget juga memberantas kejahatan jalanan
(street crime) sebanyak 29 TO, perjudian sebanyak 27 TO, illegal
fishing tujuh TO, human trafficking dua TO, narkoba 13 TO, dan
korupsi sebanyak tujuh TO.
Á ÁDikatakan, satwil dengan TO terbanyak adalah Polresta
Banjarmasin, mengingat Banjarmasin memiliki jumlah penduduk yang
lebih padat.
Á ÁDi Polresta tercatat sebanyak 32 TO premanisme, untuk street
crime terdata sebanyak 10 TO, dan perjudian sebanyak 10 TO.
Á ÁDwi mengatakan, berhasil juga diamankan dua pelaku judi kupon
putih (kupu), masing©masing Mas (40), warga Jl Belitung Darat Gg
Rahmat RT 21 dan Rab (62), warga Jl Belitung Darat Gg Melati
Banjarmasin Barat.
Á ÁAdapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah sebuah Hp
Nokia 7310, uang Rp260 ribu, dua buku, satu primbon tafsir mimpi,
dan empat lembar rekap kupu.
Á ÁMenurut Mas, ia hanya membeli, sedangkan Rab mengaku ia
mengantarkan tebakan pembeli ke pengumpul, bernama Imis. Hanya
saja, ketika Imis didatangi ke Kuin Gg Garuda, orangnya sudah
melarikan diri.
Á Á"Jika sampai 15 Februari, TO belum terpenuhi atau tertangkap,
kita masih akan terus lakukan upaya pencarian dan pengejaran,"
tegasnya. Ã Ãadi

No comments: