Wednesday, February 9, 2011

Surat Yunus Tanaga Diklaim Asli

BANJARMASINÄ Ä © M Rafi Akbar, seorang saksi yang hendak menyampaikan
kesaksian ke Polda Kalsel soal keabsahan surat dari Yunus Tanaga,
salah satu komisaris PT Transcoal International (TI) mengatakan,
surat©surat berisi pelimpahan kuasa pertambangan (KP) dari TI ke CV
Berkah Tanah Bumbu (BTB) adalah asli.
Á Á"Saya ke sini, ingin menyampaikan kesaksian saya bahwa suratªsurat atau dokumen yang ditandatangani Pak Yunus itu memang asli,
karena saya sendiri yang menghadapi penandatanganan itu di Jakarta,
September 2009 lalu," jelas Rafi, Rabu (9/2).
Á ÁRafi bahkan memperlihatkan dokumen©dokumen yang ber©kop PT TI
dan ada tanda tangan Yunus Tanaga tersebut ke wartawan.
Á ÁDitambahkan Rafi, kala penandatanganan dokumen tersebut,
dirinya bertindak mewakili Muhammad Ali berdasarkan surat kuasa
yang sah.
Á Á"Pak Yunus sendiri yang menandatangani dokumen tersebut,
kemudian saya juga membubuhkan tanda tangan. Untuk keabsahan,
kemudian surat atau dokumen tersebut disahkan lagi oleh seorang
notaris asal Jakarta, Subuh Priyambodo, karena kebetulan lokasi
diadakannya panandatanganan dokumen di Jakarta," tandasnya.
Á ÁDisinggung kenapa Yunus Tanaga menulis tangan sendiri namanya,
menurut Rafi, karena Yunus justru ingin menunjukkan bahwa apa yang
dilakukannya itu benar©benar atas kemauannya.
Á ÁRafi menambahkan, keterangan yang ia berikan sekaligus menepis
anggapan dari pihak Rizky Hanna bahwa dokumen©dokumen yang
ditantdangani Yunus Tanaga adalah palsu alias tanda tangan Yunus
dipalsukan. "Jadi, saya tegaskan bahwa dokumen ini asli," tegasnya.
Á ÁDokumen yang ditandanganio Yunus Tanaga yang diperlihatkan
Rafi terdiri dari, surat kesepakatan pelimpahan KP milik PT TI ke
CV BTB tanggal 20 September 2009, surat permohonan ke Bupati Tanbu
tentang izin pemindahan KP dari PT TI ke CV BTB tanggal 10
September 2009, serta surat pernyataan pemindahan KP dari PT TI ke
CV BTB.
Á ÁSebelumnya, Muhammad Ali, mengaku salah satu komisaris PT TI
semakin memojokkan terlapor Rizky Hanna. Pasalnya, Ali memiliki
surat pernyataan salah satu pemilik saham PT TI, Yunus Tanaga yang
justru memperkuat pihak Ali.
Á ÁMinggu (30/1), kuasa hukum M Ali, yakni Ali Syamiarta SH MH
mengatakan, keterangan Yunus Tanaga©lah yang bisa membuat terang
permasalahan.
Á Á"Sebab, Hanna mengklaim sudah mendapat limpahan saham dari
Yunus sehingga merasa berhak berada di PT TI. Kenyataan yang
sebenarnya, Hanna tidak pernah tercatat di manajemen PT TI,
termasuk dalam susunan komisaris," jelas Ali.
Á ÁSebelumnya, Hanna, melalui pengacaranya, Adwin Tista SH
melaporkan Direktur CV BTB, M Ali ke Dit Reskrim Polda Kalsel
terkait dugaan pemalsuan surat penting sebagaimana diatur dalam
pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP, Kamis (20/1) lalu.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁAdwin kepada pers menjelaskan, laporan itu sudah dilakukan
secara resmi dengan bukti TBL Nomor: TBL/08.a/I/2011/KALSEL/Dit
Reskrim tertanggal 20 Januari 2011 dan ditandatangani perwira piket
AKP Slamet Ari Wibowo.
Á Á"Kami melaporkan dugaan pemalsuan, karena di atas lahan yang
sah dimiliki PT TI di Desa Suka Damai Blok E II Kecamatan Mentewe
ada pihak laim, yakni VB BTB yang mengklaim memiliki lahan
tersebut. Padahal, jelas©jelas, berdasarkan surat©surat yang asli,
kawasan itu merupakan KP milik klien kami, PT TI yang dipimpin
Hanna," tegas Adwin. Ã Ãadi

No comments: