Friday, February 25, 2011

SDN Karang Buah Amblas

BANJARMASINÄ Ä © Sungguh miris bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN)
Karang Buah di Desa Karang Buah RT III, Kecamatan Belawang
Kabupaten Barito Kuala (Batola). Pada ruang kelas III©nya plus satu
buah WC, berstruktur beton dengan tiang kayu ulin, nyaris amblas ke
dalam tanah sedalam satu meter, hingga proses belajar mengajar
siswa terganggu.
Á ÁProyek diduga dari dana anggaran Dirjen Pendidikan Pusat tahun
2008, yang diterima dan dilaksanakan pembangunannya oleh Dinas
Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui rekan
kerja (kontraktor), diduga tanpa melalui proses lelang.
Á ÁProyek diduga lewat penunjukan langsung oleh bagian pada Dinas
Pendidikan Provinsi Kalsel. Pengerjaan juga dinilai tak sesuai
bestek.
Á ÁSelain itu diduga kuat bahan baku untuk pekerjaan proyek SDN
itu, menggunakan bahan kayu hutan, dan diduga menyalahi dari RAB
yang telah ditentukan. Parahnya, baru berjalan satu tahun lebih,
pada bula Juni 2010, bangunan SDN Karang Buah di RT III Desa Karang
Buah Kecamatan Belawang, satu bangunannya amblas ke dalam tanah.
Á ÁPada bangunan ruang kelas, di ruang kelas III plus satu WC
umum siswa, yang terpisah pembangunan dari ruang kantor, tiang
bangunannya amblas sampai sedalam satu meter.
Á ÁMirisnya bangunan yang amblas dan rusak parah tanpa ada
perbaikan, oleh pelaku pekerjaan Anang Suryadi, pelaksana proyek
itu.
Á ÁDari pantauan à ÃMata BanuaÄ Ä di TKP, SDN Karang Buah pada Kamis
(24/2) pagi, ternyata bangunan SDN yang amblas dan baru tercium
oleh kuli tinta, sudah dalam pembongkaran, sejak Senin (14/2) lalu,
dan baru tiga hari sejak Senin (21/2), dikerjakan lagi memakai
anggaran baru oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, diduga juga
berasal dari dana APBN.
Á ÁPada dinding bangunan ruang kelas I dan II juga terlihat ada
retakan, belum lagi pada atap penyangga seng multi roof, jelas
dilihat menggunakan kayu hutan, sejenis kayu galam, sengon, ketapi,
akasia serta kayu durian, semuanya kayu bahannya campur aduk.
Selain itu pada lantai cor semen berlapis keramik menggunakan kayu
ulin non kualitas (ulin sibitan).
Á ÁPada tiang kayu ulin ukuran 10 x 10 ada sebagian ukuran 5 x 10
senti. Pada cerucuk yang menggunakan kayu galam dengan slob ulin,
hanya menggunakan dua cerucuk galam, dengan kedalaman tiang diduga
hanya setengah meter. Kondisi ini nyaris tak sesuai dengan lahan
bangunan di tanah rawa.
Á ÁMasyarakat sekitar RT III Desa Karang Buah, Sugian (35) dan
Kaulan (50), kepada Mata Banua Kamis (24/2) pagi mengatakan, mereka
sangat menyayangkan sarana bangunan yang diharapkan bisa membawa
anak©anak Karang Buah bisa belajar mengajar dengan baik malah
sebaliknya. "Bangunan SDN yang baru satu tahun selesai kok sudahÔ h) 0*0*0*° ° Ô amblas," katanya.
Á Á"Semuanya ini tak beres, kita minta pihak Polda Kalsel, dan
Polres Barito Kuala, serta Kejati Kalsel, dan Kejari Marabahan
bertindak," pintanya.
Á ÁBelum lagi, bebernya, plang proyek tak ada saat proyek
dilaksanakan. "Kami tahu konsultannya CV Replika Utama," tutupnya.
à Ãzal/adi

No comments: