Friday, February 4, 2011

Pengidap HIV/AIDS 3.200 Jiwa, Polda Turun Tangan



BANJARMASINÄ Ä © Diestimasikan, pengidap HIV/AIDS di Kalsel mencapai
angka 3.200 orang. Hal ini tentu saja merisaukan, sehingga Dit
Binmas Polda Kalsel merasa ikut bertanggung jawab bersama lembaga
terkait untuk menanggulanginya.
Á Á"Memang angka riil yang ditemukan oleh lembaga terkait
berdasar zero survey di lokasi resiko tinggi, pengidap HIV/AIDS di
Kalsel adalah 209 orang. Namun, angka ini tentu saja hanya fenomena
gunung es. Angka itu setelah dilakukan survei ke titik rawan,
seperti lokalisasi. Nah, jumlah yang sebenarnya, mungkin jauh lebih
banyak," jelas Dir Binmas Polda Kalsel Kombes Pol Hermanto, Jumat
(4/2).
Á ÁMenurutnya, perlu kerja sama dari semua pihak untuk mengambil
langkah©langkah strategis pencegahan. Makanya Polda Kalsel kita
ikut bersama Badan Narkotika Provinsi (BNP), Dinas Kesehatan
(Dinkes) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kalsel merasa perlu
melakukan survei bersama, penyuluhan ke masyarakat maupun
pengobatan terhadap penderita.
Á ÁSementara, perwakilan BNP Kalsel, Marhaeni mengatakan, upaya
penangulangan, baru sebatas di daerah lokalisasi, karena memang
dipandang WTS maupun pengunjung sangat rawan tertular virus
berbahaya dan menular itu.
Á Á"Kita sudah sosialisikan penggunaan kondom di lokalisasi.
Namun, hal ini bukan berarti kita melegalkan seks bebas, tetapi
bagaimana agar jangan sampai terjadi penularan penyakit berbahaya
ini. Selain kondom bagi pria, ada juga kondom bagi wanita. Namun
dari survei, dari 50 wanita, cuma satu yang memahami penggunaan
kondom wanita," cetusnya.
Á ÁDitambahkan Marhaeni, di samping lokalisasi, pihaknya kini
membidik tempat hiburan malam (THM), karena pertemuan pengunjung
dan pemandu lagu cukup sering terjadi di sana.
Á ÁMenurut perwakilan dari Dinkes, Sukamto mengatakan, penularan
HIV/AIDS secara nasional 52 persen melalui hubungan seks, sisanya26
persen dari penggunaan jarum suntik tak steril, dari ibu yang
mengandung atau menyusui terhadap anaknya serta transfusi darah.
Á Á"Namun, untuk kasus di Kalsel, 55 persen atau 3 persen lebih
tinggi dari nasional, akibat berhubungan seks. 209 orang yang
terdeteksi terkena penyakit ini, 144 terinfeksi virus HIV serta 65
orang yang sudah memasuki fase AIDS," terang Sukamto.
Á ÁMeski air liur tidak mudah menularkan virus HIV, namun jika
mulut terluka, bisa akibat gusi berdarah atau sariawan akut, maka
hal itu bisa saja berpotensi menularkan virus HIV. "Maka dari itu,
kita juga merasa perlu melakukan survei di THM©THM," ungkapnya.
Á ÁAdapun Sekretaris KPA Kalsel, Suharsono Abuyahman menerangkan,
virus HIV potensial ditularkan lewat media cairan di vagina, spermaÔ h) 0*0*0*° ° Ô dan darah. "Dua daerah tertinggi penyebaran virus adalah
Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu. Di Tanbu, penularan lebih
disebabkan karena banyak pekerja tambang yang karena terpisah lama
dengan pasangan, kemudian jajan tanpa kondom," akunya. Meski
demikian, diakuinya, tiap kabupaten dan kota di Kalsel, ada
pengidap HIV/AIDS. Ã Ãadi

No comments: