Tuesday, February 1, 2011

Membantah Kalau Itu Pistol Api

BANJARMASIN © Kasus pengancaman menggunakan pistol yang diduga
dilakukan oknum Polri, Briptu AM terhadap pamannya sendiri, Ali,
beberapa waktu lalu, terus diusut Bid Propam Polda Kalsel.
Á ÁBerdasar informasi yang terhimpun, Senin (31/1), oknum Polri
sendiri dalam pemeriksaan oleh aparat provos menyangkal kalau
pistol yang diacungkan ke pelapor, adalah pistol benaran, melainkan
hanya pistol gas alias airsoft gun.
Á ÁBriptu AM diduga berkilah, karena berupaya menghindari jeratan
hukum yang lebih berat, jika ternyata pistol yang digunakan dalam
aksi tak simpatiknya, menggunakan pistol api asli.
Á Á"Terperiksa di hadapan penyidik, sudah membantah kalau pistol
yang digunakan saat kejadian itu adalah senjata api, melainkan cuma
airsoft gun," jelas Kabid Propam Polda Kalsel AKBP Zuhdi Arrasuli.
Á ÁMeski demikian, lanjutnya, terperiksa masih akan menjalani
pemeriksaan kembali untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.
Á ÁMenurut Zuhdi, senjata api standar Polri yang di tangan
terperiksa AM, kini sudah ditarik oleh atasan yang berhak menghukum
(ankum), dalam hal ini Kapolres HST, karena AM adalah anggota
Polres HST.
Á ÁKronolgis kejadian pengancaman seperti dikatakan pelapor, Ali,
terjadi pada Sabtu (15/1), sekira pukul 15.00 Wita. Ali yang
termasuk ahli waris tanah yang kabarnya sudah berbagai dengan Amat,
juga ahli waris, seperti biasa memotong rumput di lahan warisan
tersebut.
Á Á Ketika Amat melihat aktivitas Ali, langsung berlari pulang
mengadu ke anaknya yang polisi di Barabai. AM yang jadi ikut emosi,
menyambangi Ali menggunakan sepeda motor.
Á ÁSetelah turun dari motor, AM dengan gayanya, langsung mencabut
pistolnya dan mengarahkan ke Ali sambil berteriak. "Hei..paman
keluar, ke sini," tiru pelapor.
Á Á"Saya coba membujuknya supaya sabar dan menanyakan ada apa
sampai main todong pistol. Saya ajak dia berunding di rumah,
sehingga tidak perlu sampai seperti itu," tuturnya.
Á ÁHanya saja, AM tetap ngotot menodongkan pistolnya sambil
mengatakan agar sang paman jangan berpura©pura menebas rumput yang
justru di atas lahan ayah AM.
Á ÁAM mengatakan kalau tanah tersebut sudah dibeli ibunya, Masnah
yang sebenarnya juga masih famili Ali. Hanya saja, Masnah tak bisa
menunjukkan bukti pembelian.
Á Á"Saya sendiri sebagai ahli waris Kai Karim, tidak pernah
merasa menjual sejengkal pun tanah kami ke Masnah, meski dia masih
keluarga kami sendiri," ungkapnya. Ã Ãadi

No comments: