Sunday, February 6, 2011

KM Marina Mengalami Kebocoran, Penumpang Dievakuasi

BANJARMASINÄ Ä © Ratusan penumpang jurusan Surabaya yang akan
berangkat menggunakan KM Marina, terpaksa harus bersabar, karena
kapal yang akan mereka naiki mengalami kebocoran di perjalanan,
Minggu (6/2) petang.
Á ÁBukan hanya itu saja kapal tersebut juga mengalami kerusakan
di bagian mesin, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju
Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Á ÁInformasi terhimpun, KM Marina yang membawa sekitar 350
penumpang itu berangkat dari Surabaya pada Sabtu (5/2) kemarin lusa
menuju Banjarmasin.
Á ÁEntah apa penyebabnya ketika memasuki Sungai Barito, tepatnya
di Tanjung Pulantan, Kecamatan Aluh Aluh Kabupaten Banjar, atau
sekitar boui 11, mesin kapal tersebut mendadak mati, bahkan air
begitu cepat masuk ke dalam kapal, dugaan sementara telah terjadi
kebocoran.
Á ÁDugaan lain menyebutkan, buritan kapal sempat dihantam
gelombang ekstrim setinggi lebih 3 meter, sehingga lambung bagian
buritan mengalami kebocoran.
Á ÁAir begitu cepat masuk ke dalam kapal, bahkan puluhan mobil
truk yang ada dalam dek, mulai terendam air.
Á ÁBeruntung, kapten kapal, cepat mendaratkan kapal ke bagian
yang lebih dangkal alias gosong, menghindari tenggelamnya kapal.Á (#(#K Á
Á ÁTim SAR gabungan telah mengerahkan upaya untuk melakukan
evakuasi terhadap penumpang kapal, dengan menurunkan berapa buah
kapal kecil jenis LCT.
Á ÁDua buah LCT berhasil melakukan evakuasi sekitar 79 penumpang,
yakni pada evakuasi pertama dari tim SAR Adpel berhasil mengangkut
sekitar 56 penumpang, sedangkan evakuasi kedua dari tim SAR Dit
Polair Polda Kalsel berhasil mengangkut sedikitnya 23 penumpang.
Á ÁTim SAR terus berupaya melakukan bantuan atau mengevakusai
penumpang dengan mengarahkan beberapa buah kapal kecil ke tempat
tambatnya kapal.
Á ÁMenurut salah seorang pegawai Adpel, M Yusran SH, pihaknya
terus melakukan evakuasi terhadap penumpang, hingga semua penumpang
benar©benar habis diangkut.
Á Á"Kita tidak tahu jelas apa penyebab kebocoran tersebut, namun
yang pasti kita akan lakukan evakuasi terhadap penumpang," katanya.
Á ÁDisinggung mengenai keberangkatan penumpang yang telah
menunggu di Pelabuhan Trisaksi, apakah ada upaya lain atau kapal
pengganti, ia mengatakan bahwa itu bukan wewenang pihaknya.
Á Á"Memang seharusnya mesti ada kapal cadangan agar penumpang
yang ada juga tidak terbengkalai, namun yang berwenang menentukan
itu adalah pihak Darma Lautan," ungkapnya.
Á ÁSementara itu dari beberapa penumpang yang berhasil dievakuasi
mengatakan kalau mereka tenang dan tidak ketakutan dalam insiden
tersebut meskipun kapal sudah banyak kemasukan air.
Á ÁMenurut Edi, salah satu penumpang yang berhasil dievakuasi,
air masuk ke dalam kapal sudah cukup banyak, sehingga sejumlahÔ h) 0*0*0*° ° Ô mobil Avanza yang ada dalam kapal sudah mulai tenggelam.
Á Á"Bukan banyak lagi air yang masuk, tapi sudah hampir
menenggelamkan mobil Avanza yang ada di dalam," katanya.
Á ÁDitanya, apakah saat itu penumpang dalam ketakutan, dengan
tenang ia menjawab tidak ada, cuma ada rasa khawatir saja.
Untungnya kapal sudah masuk Sungai Barito.
Á Á"Saya tidak takut karena kejadian sudah dekat tidak di tengah
laut," katanya
Á ÁHal itu juga dibenarkan Syamsul, warga Tasikmalaya yang
berhasil dievakuasi. Menurutnya, pada peristiwa itu tidak ada
ketakutan karena sudah hampir sampai.
Á ÁMemang tidak ada korban pada peristiwa itu, tapi setidaknya
kejadian itu sempat membuat trauma sebagian penumpang terlebih bagi
para wanita dan yang yang tidak bisa berenang, apalagi membawa
anak©anak.Ã Ã Ä Ä
Á ÁSeorang ibu asal Surabaya yang kebetulan membawa anaknya
mengatakan, lambung sebelah kiri bagian belakang, tepat di parkiran
mobil sudah banyak kemasukan air. Hal itu tentu saja membuatnya
ketakutan.
Á Á"Saya dan ratusan penumpang wanita jadi ketakutan, karena air
begitu cepat masuk ke dek parkiran mobil," ujarnya sambil
menggendong anaknya. Ã Ãris/zal/adi

No comments: