Tuesday, February 15, 2011

Kejati Usut Kisruh Vaksin Menveo

BANJARMASINÄ Ä © Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan akan
usut kisruh kenaikan vaksin menveo meningitis hingga 100 persen
lebih bagi calon jemaah umrah yang dilakukan di Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas II Banjarmasin.
Á ÁHal ini terkait adanya keluhan masyarakat calon jemaah umrah
asal Kalsel, mengenai masalah kenaikan vaksin menveo meningitis
dari Rp250 menjadi untuk pria dikenakan Rp450 ribu dan wanita Rp475
ribu.
Á ÁSelain itu juga, akan dilakukan pengusutan terkait pungutan
yang tidak jelas terhadap calon jemaah umrah.
Á ÁKasi Ekonomi dan Moneter Kejati Kalsel, Fakhruddin SH, ditemui
di ruang kerjanya, Senin (14/2), mengatakan, Kejati berjanji akan
menindaklanjuti permasalahan tersebut, sesuai informasi yang
berkembang di masyarakat sekarang ini. Kalau memang nantinya
ditemukan adanya pelanggaran hukum, pihaknya akan memproses secara
hukum.
Á ÁTahap awal akan dilakukan pencarian kejelasan terhadap keluhan
masyarakat, dasar pungutan juga akan dilihat, sebab payung hukumnya
harus jelas.
Á ÁContohnya, pungutan tidak jelas yaitu seperti pembayaran
formulir dikenakan biaya Rp5.000, yang semestinya dalam pelayanan
masyarakat tidak dikenakan biaya apapun.
Á ÁMengisi surat pernyataan usia produkti dengan menggunakan
materai dijual petugas Rp7.000, padahal kebanyakan yang ikut jemaah
umrah rata©rata sudah beusia tua atau tidak produktif lagi untuk
bisa melahirkan.
Á ÁBahkan pemeriksaan kesehatan laboratorium terhadap jemaah
tidak dilakukan, padahal juga dikenakan biaya tambahan sebanyak
Rp25 ribu dan pemeriksaan dokter Rp10 ribu.
Á ÁDitambah lagi dengan harga vaksin menveo meningitis yang
dijual distributor seharga Rp396 ribu termasuk pajak sedangkan
sisanya diperuntukkan untuk koperasi sehingga biaya bertambah untuk
pria Rp450 ribu dan wanita Rp475 ribu.
Á ÁPihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin, harus
mempertanggungjawabkan kalau memang adanya pungutan yang dianggap
memberatkan bagi masyarakat tersebut.
Á ÁSetelahnya Kejati akan terus melakukan monitor terhadap
permasalahan tersebut.
Á ÁDiharapkan kepada masyarakat yang merasa dirugikan juga bisa
melapor ke Kajeti Kalsel, untuk bisa dilakukan pengusutan lebih
cepat lagi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat calon
jemaah umrah selama ini.
Á ÁKepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Banjarmasin,
Tadjudin Lodewyk, ditemui di ruang kerjanya, membenarkan adanya
pembayaran tersebut yang mana sudah sesuai dengan ketentuan
terdahulu.
Á ÁUntuk biaya satu vaksin menveo meningitis dari Italia
dikenakan biaya untuk pria Rp450 ribu dan wanita Rp475 ribu, dengan
perincian dari distributor seharga Rp396 ribu termasuk pajak,
sedangkan tidak termasuk pajak seharga Rp376 ribu, sisanya untuk
koperasi.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁSelain itu, untuk pemeriksaan dokter dikenakan biaya Rp10
ribu, pemeriksan laboratorium kesehatan Rp25 ribu, serta mengisi
surat pernyataan usia produktif bagi wanita dengan menggunakan
materai dijual langsung petugas seharga Rp7.000.
Á ÁTerkait adanya keluhan pelayanan yang kurang memuaskan
terhadap masyarakat calon jemaha umrah, pihaknya berjanji akan
memperbaikinya dan sesuai ketentuan negara Arab Saudi mewajibkan
bagi calon jemaah umrah yang masuk ke daerahnya agar terlebih
dahulu dilakukan penyuntikan imunisasi vaksin menveo meningitis
yang sudah dinyatakan halal oleh MUI. Ã Ãrds/adi

No comments: