Monday, February 7, 2011

Kebocoran KM Marina Diselidiki Aparat

BANJARMASINÄ Ä © Kapal KM Marina Nusantara yang diketahui mengalami
kebocoran, plus kerusakan mesin, saat ini masih sandar di ambang
Sungai Barito, dengan kedangkalan air mencapai 4 meter. Posisi
kapal tak jauh dari daratan Tanjung Pulantan Kecamatan Tabunganen
Kabupaten Barito Kuala, hampir 50 meter jarak dari pesisir sungai.
Á ÁSampai detik ini pihak Dit Polair Mapolda Kalsel, masih
mencari sebab kebocoran pada kapal. Diduga kebocoran pada lambung
buritan sebelah kiri, seperti pantauan wartawan di TKP selama satu
jam bersama rombongan aparat Dit Polair menggunakan speed boat
patroli air, Senin (7/2) sekira pukul 12.30 Wita kemarin.
Á ÁSaat dilakukan pemantauan, nyaris tak terlihat kebocoran
kapal, tak seperti yang didengungkan oleh nakhoda dan puluhan ABKªnya. Sepertinya, semuanya terlihat baik©baik saja, sayang wartawan
tak diberikan izin oleh aparat menaiki kapal tersebut, dengan
alasan kapal belum aman.
Á Á"Kami di sini tak kekurangan makan, cuma sampai kapan ya kami
berada di atas kapal. Apakah kapal akan secepatnya ditarik ke
Pelabuhan Trisakti Banjarmasin," teriak salah satu awak kapal
sambil memperlihatkan piring.
Á ÁDir Polair Mapolda Kalsel AKBP A Yulius Bambang K SIK saat
dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan
penyelidikan dan akan berkoordinasi dengan Syah Bandar Banjarmasin,
menangani kasus bocornya KM Marina Nusantara. "Faktor kebocoran
pada lambung sebelah kiri belum diketahui," katanya.
Á ÁMenurutnya, kerusakan bisa diakibatkan oleh hantaman benda
keras, dan bisa juga akibat kelalaian yang dilakukan oleh nakhoda
Marina Nusantara, bernama Sholihin (40), warga Jatim. "Yang jelas
semuanya masih dalam penyelidikan aparat saya," tegasnya.
Á ÁPosisi KM Marina Nusantara pada koordinat 03 derajat, 28
menit, 888 detik Selatan, 144 derajat 29 menit, 606 detik arah
Timur.
Á ÁKapal diketahui bocor olah nakhoda dan ABK pada Minggu (6/2)
sekira pukul 18.30 Wita, dan evakuasi dilakukan dari malam hingga
Senin (7/2) dini hari pukul 01.30 Wita.Á p p 2 ÁKapal bertolak dari Tanjung
Perak Surabaya tujuan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Á ÁDalam kapal terdapat 59 mobil dan motor, di antaranya, truk
besar ada 27 buah, mobil pribadi delapan buah, mobil sedan tiga
buah, truk tronton tiga buah, dan delapan buah unit motor pribadi.
Á ÁSedangkan jumlah penumpang 202 orang dan yang dievakuasi ke
daratan 195 orang, sisanya para sopir truk dan ABK yang masih
bertahan di dalam kapal.
Á ÁDitambahkannya, langkah yang diambil nakhoda kapal sudah
benar, sesuai prosedur. "Bila bocor, maka kebocoran diperbaiki,
termasuk langkah kedua segera membawa kapal ke arah air dangkal.
Semua langkah nakhoda sudah benar. Tapi, Dit Polair tetap lakukan
penyelidikan bersama dinas terkait," tutupnya. Ã Ãzal/adi

No comments: