Tuesday, February 22, 2011

H Muhidin Bakal Dihadirkan Di Sidang

BANJARMASINÄ Ä © Emmy Mardiana yang diseret ke Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, sepertinya sedih setelah majelis hakim dalam putusan
selanya menyatakan kalau eksepsi yang ia ajukan ditolak.
Á ÁDengan ditolaknya eksepsi itu, berarti sidang akan terus
dilanjutkan, kenyataan inilah yang membuat terdakwa seperti gundah
dan sedih.
Á ÁPutusan sela dilaksanakan di ruang Kartika PN Banjarmasin,
Selasa (22/2) kemarin.
Á ÁDitolaknya eksepsi terdakwa, membuat jaksa penuntut umum (JPU)
M Arif Rahman SH MH, tersenyum, karena dengan demikian menurutnya
perkara atau persidangan terus berlanjut.
Á ÁRencananya dalam persidangan dugaan kasus penipuan itu, jaksa
akan menghadirkan sekitar 10 orang saksi, dan salah satunya adalah
Walikota Banjarmasin, H Muhidin.
Á Á"Insya Allah kita rencananya pada persidangan lanjutan
nantinya akan menghadirkan Walikota Banjarmasin, H Muhidin,"
katanya.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Karang Anyar Komplek Balita
Jaya Permai Blok I No 14 Rt 01 Rw 08, Kecamatan Loktabat Utara,
Banjarbaru, didakwa telah melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP.
Á ÁTerdakwa telah dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah©olah sejati jika pemakaian surat itu dapat
menimbulkan kerugian.
Á ÁSedangkan dalam dakwaan kedua, terdakwa dianggap melanggar
pasal 385 ayat (2) KUHP, yang bunyinya dalam berkas dakwaan,
terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang
lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau menjadikan
tanggungan hutang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah pemerintah
atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan, tanaman atau
bibit di tanah tempat orang menjalankan hak rakyat memaki tanah
itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak atau turut
berhak atas barang itu.
Á ÁDiseretnya terdakwa ke Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin,
karena diduga telah menjual tanah bermasalah seluas 85 X 340 meter
ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin Raya V No 19
Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat jual putus,
tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani KepalaÔ h) 0*0*0*° ° Ô Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600.Ã Ã ris/adi

No comments: