Tuesday, February 1, 2011

Emmy Lakukan Eksepsi

BANJARMASINÄ Ä © Sidang perdana kasus dugaan penipuan dengan terdakwa
Emmy Mardiana digelar di ruang Kartika Pengadilan Negeri (PN)
Banjarmasin, Senin (31/1) kemarin.
Á ÁDalam agenda sidang pembacaan dakwaan yang dibacakan jaksa
penuntut umum (JPU) M Arif Rahman SH MH, terdakwa duduk di kursi
pesakitan didampingi dua penasihat hukumnya, yakni Riza Gifari SH
dan Noor Rif'at SH.
Á ÁTerdakwa yang merupakan warga Jl Karang Anyar Kompleks Balita
Jaya Permai Blok I No 14 Rt 01 Rw 08, Kecamatan Loktabat Utara,
Banjarbaru, didakwa telah melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP, yang
bunyinya dalam berkas dakwaan pertama, terdakwa telah dengan
sengaja memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah©olah sejati
jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian.
Á ÁSedangkan dalam dalam dakwaan kedua, terdakwa dianggap
melanggar pasal 385 ayat (2) KUHP yang bunyinya dalam berkas
dakwaan, terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri
atau orang lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau
menjadikan tanggungan hutang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah
pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan,
tanaman atau bibit di tanah tempat orang menjalankan hak rakyat
memaki tanah itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak
atau turut berhak atas barang itu.
Á Á Karena merasa keberatan dengan dakwaan JPU, terdakwa dan
penasihat hukumnya melakukan pembelaan atau eksepsi. Menurutnya,
isi dakwaan tersebut ada dugaan dimanipulasi dan direkayasa.
Á ÁDalam isi eksepsi yang dibacakan kedua penasihat hukum
terdakwa di hadapan majelis hakim yang diketuai Amril SH MHum,
bersama dua hakim anggotanya Suswanti SH MH dan Ekova Rahayu
Avianti SH MH, terdakwa keberatan dengan isi dakwaan JPU.
Á ÁPada berkas eksepsi yang berisikan sekitar 40 halaman itu,
penasihat hukum terdakwa mengatakan bahwa dalam dakwaan itu banyak
terdapat rekayasa dan manipulasi, salah satunya bahwa pihak
penyidik mengenyampingkan adanya alat bukti hasil forensik Surabaya
yang mengatakan bahwa setifikat terdakwa itu asli tidak palsu.
Á Á"Selain itu, dalam dakwaan juga mengenyampingkan adanya
putusan sampai di tingkat kasasi yang menguatkan peradilan tata
usaha di Banjarmasin, peradilan tata usaha di tingkat Bandung di
Jakarta bahkan tingkat kasasi yang memenangkan terdakwa dalam
perkara tata usaha negara," ungkapnya.
Á Á"Yang pasti kami melihat banyak sekali kejanggalan©kejanggalan
dan rekayasa selama proses hukum baik itu di tingkat penyidikan,
tuntutan sampai pelimpahan proses ke pengadilan, sehingga kami
menganggap bahwa perkara ini cendrung dipaksakan, dan nuansanya
manipulatif untuk menjadikan seseorang menjadi terdakwa dalam
perkara ini," paparnya.
Á ÁDiberitakan sebelumnya, diseretnya terdakwa ke Pengadilan
Negeri (PN) Banjarmasin, karena diduga telah menjual tanah
bermasalah seluas 85 X 340 meter ke H Muhidin (49), warga Kompleks
Bunyamin Raya V No 19 Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. BerdasarÔ h) 0*0*0*° ° Ô surat jual putus, tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar,
akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600. Ã Ãris/adi

No comments: