Monday, February 28, 2011

Diduga Lakukan Peti Dua Alat Berat Diamankan

BANJARMASIN Ä Ä© Tim Illegal mining Dit Reskrim Polda Kalsel
mengamankan dua unit alat berat jenis eksavator diduga melakukan
penambangan batubara liar atau penambangan tanpa izin (peti) di
kawasan Desa Serindai, Asam Asam Kintab, Tanah Laut, Jumat (25/2)
malam.
Á Á Dari dua unit alat berat itu, petugas juga mengamankan satu
orang operator yang akan menjalani proses penyidikan, namun hingga
berita ini diturunkan, belum ada stetmen dari pihak yang berwenang,
baik itu dari anggota Polres Tala, maupun Polda Kalsel.
Á ÁPantauan à ÃMata BanuaÄ Ä di lapangan, anggota Polda Kalsel yang
dipimpin Dir Reskrim Polda Kalsel, Kombes Pol Mas Guntus Laope tiba
di daerah Asam Asam, Jumat (25/2) sekitar pukul 22.00 Wita.
Á ÁKemudian sekitar pukul 23.00 Wita, anggota Polda Kalsel yang
dibantu anggota Polres Tala, mulai bergerak menuju lokasi
penambangan batubara diduga ilegal.
Á ÁDalam penyisiran itu, petugas menemukan sekitar delapan titik
tempat dilakukannya penambangan liar, dengan kondisi sudah seperti
sumur dan terdapat tumpukan batubara serta ada yang sudah dimuat
dalam karungan.
Á ÁNamun dalam razia itu petugas tidak menemukan alat berat yang
digunakan para pelaku penambang liar batubara untuk mengeruk atau
mengambil batubara, padahal dilihat dari kondisi alam di tempat itu
nampak bekas jejak alat berat yang diduga baru saja beroperasi.
Á ÁDiduga razia yang dilakukan anggota Polda Kalsel telah bocor,
sehingga para penambang liar sempat menghentikan aktivitasnya dan
menyembunyikan alat berat.
Á ÁTerbukti dengan delapan titik yang ditemui pada saat razia,
tempat tersebut sudah menjadi kubangan besar dan tidak mungkin
dilakukan dengan alat manual, apalagi dari tepi atau sisi lobang
tersebut nampak bekas cakaran alat berat.
Á ÁMeskipun dari delapan titik yang diduga dilakukan penambang
liar itu petugas tidak menemukan alat berat yang digunakan, namun
petugas tetap memasang batas garis polisi (police line).
Á ÁRazia berakhir sekitar pukul 01.30 Wita dini hari, namun
petugas tidak menemukan bukti kuat telah dilakukannya penambangan
liar, karena alat©alat berat yang digunakan tidak ditemukan.
Á ÁAkan tetapi sebelumnya petugas telah mengamankan satu orang
dan dua unit alat berat jenis eksavator di kawasan Desa Serindai
Asam Asam, Kecamatan Kintab, di lahan PT Arutmin, sebelum tim Polda
Kalsel masuk lokasi.
Á ÁInformasi terhimpun, dilakukannya razia penambangan batubara
liar ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyatakan kalau
di kawasan Desa Serindai Asam Asam, Kecamatan Kintab, Tala, marak
penambangan tanpa izin.
Á ÁDilakukannya razia malam, mengingat terjadinya penambangan
batubara liar itu pada malam hari dengan menggunakan alat berat,
namun begitu siang alat berat tersebut disembunyikan atau dibawa
pulang. Untuk mengelabui aparat siangnya hanya terlihat batubaraÔ h) 0*0*0*° ° Ô karungan.
Á ÁSalah seorang perwira Polres Tala, ketika dikonfirmasi à ÃMata
BanuaÄ Ä saat itu, tidak berani memberikan stetmen, karena menurutnya
yang berwenang adalah pihak Polda Kalsel. Namun ia tidak membantah
kalau pihaknya telah mengamankan salah seorang diduga pelaku
penambang batubara liar.
Á Á"Saya tidak berani memberikan stetmen sebab yang turun adalah
anggota Polda Kalsel, dan kita hanya mendampingi," katanya.
Á ÁSementara itu pihak Polda Kalsel sendiri, setelah melakukan
penyisiran atau razia langsung pergi menuju Kota Banjarmaasin.
à Ãris/adi

No comments: