Saturday, February 12, 2011

AKBP Harun Sumartha Wafat



BANJARMASINÄ Ä © Polda Kalsel kembali kehilangan salah satu perwira
menengah (pamen) terbaiknya, AKBP Harun Sumartha SH. Pejabat di
Kabag Faskon Biro Logistik Polda Kalsel ini wafat pada Sabtu (12/2)
sekitar pukul 04.00 Wita di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Á ÁMeninggalnya sosok pamen yang murah senyum dan dikenal akrab
dengan para wartawan pos Polda Kalsel ini sangat mengejutkan,
karena sebelumnya tidak ada mengalami sakit.
Á ÁHanya saja, dari informasi yang layak dipercaya, mantan Kabid
Binkum Polda Kalsel ini ketika sampai di kediaman keluarganya di
Muara Teweh, kawasan pasar atas, selepas bertolak dari Banjarmasin,
tiba©tiba mengalami sesak nafas.
Á ÁKabar meninggalnya Harun juga sampai ke relasi dan rekan
kerjanya di Banjarmasin. Rumah pribadi almarhum di Banjarmasin,
tepatnya di Jl Perdagangan No 35 RT 22 kelurahan Pangeran,
Banjarmasin Utara, pun didatangi puluhan pelayat untuk menyampaikan
ucapan belasungkawa.
Á ÁAlmarhum semasa hidupnya, pernah menjadi Wakapolres Barito
Utara, Kalteng, kemudian menjadi Kadit Narkoba Polda Kalsel, pada
2008 hingga 2009 menjabat Kasat III Krimsus Dit Reskrim Polda
Kalsel, kemudian pamen di Biro Logistik Polda Kalsel.
Á ÁPada 2011 dipercaya lagi menjadi Kabid Binkum Polda Kalsel dan
baru©baru ini menjadi Kabag Faskon Biro Logistik Polda Kalsel,
hingga akhir hayatnya.
Á ÁKetika aktif di Dit Reskrim, banyak kasus besar yang diungkap,
seperti kasus illegal logging dan illegal mining, sehingga wajahnya
dan suaranya sudah tidak asing lagi di kalangan pers.
Á ÁPamen kelahiran Muara Teweh, 17 Mei 1957, meninggal dalam usia
53 tahun, meninggalkan seorang istri, Umi Kalsum dan dua orang
anak, Erfan (20) dan Julianti (17). Jenazah dimakamkan di alkah di
Muara Teweh.
Á ÁWartawan à ÃMata BanuaÄ Ä, sebenarnya sempat bertamu ke kediaman
almarhum, Rabu (2/2) malam, sekitar seminggu lebih lalu. Kala itu,
Harus masih kelihatan segar bugar dan tetap hangat menyambut.
Á ÁIa saat itu sempat mengemukakan, akan mengambil masa persiapan
pensiun, tidak berapa lama lagi. Menurutnya, MPP penting, supaya
ketika pensiun di usia 57, tidak kaget lagi.
Á Á"Jabatan itu kan amanah, yang harus diemban dengan sebaikªbaiknya. Biar saja orang lain mau gimana, yang penting kita sendiri
berusaha untuk menjalankan tugas dengan lurus dan sebaik©baiknya,"
ungkapnya saat menerima à ÃMata BanuaÄ Ä.
Á ÁAlmarhum juga sempat mengungkapkan bahwa anak©anaknya diberi
kebebasan untuk menimba ilmu dan menjadi profesional di masa
depannya. Namun, anehnya ketika apakah ia menghendaki anak©anaknya
jadi polisi, almarhum menggeleng serius. "Berat untuk menjadi
polisi yang baik, harus tahan godaan," katanya sambil tertawa.
Á ÁIa pun mengaku paling anti untuk sungkem ke atasan demi
memperoleh jabatan yang lebih baik. Menurutnya, ia hanya percaya
dengan ketentuan Allah saja, karena kalau Allah menghendaki berarti
itu yang terbaik yang harus dijalani. Almarhum bahkan sambilÔ h) 0*0*0*° ° Ô bercanda sempat mengatakan, ia ditawari sejumlah politisi di Muara
Teweh untuk dicalonkan sebagai Bupati Barito Utara. "Tolong doanya
saja," ucapnya. Selamat jalan AKBP Harun Sumartha.....Ã Ãadi permana

No comments: