Friday, February 25, 2011

30 Gram Sabu Dari Gg Jamaah

BANJARMASIN © Seorang pria yang hanya lulusan SD, Iril (26), nekat
berbisnis sabu. Bahkan, dari tangan dan kediamannya, polisi Dit
Resnarkoba Polda Kalsel berhasil menyita tak kurang dari 30 gram
sabu plus empat butir diduga ineks, Rabu (23/2) sekitar pukul 15.00
Wita.
Á ÁPria pengangguran, warga Desa Semangat Bakti RT 6 Kecamatan
Alalak Barito Kuala dan juga Jl Pengambangan RT 28 Kelurahan
Pengembangan Banjarmasin Timur ini ditangkap di tepi jalan di
Simpang Pengambangan Kelurahan Pengambangan Banjarmasin Timur.
Á ÁDijelaskan Dir Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Agus Budiman
Manalu, Kamis (24/2), tertangkapnya diduga bandar sabu ini berkat
hasil penyelidikan anakbuahnya di lapangan.
Á ÁTersangka dipancing dengan cara undercoverbuy. Tak curiga,
tersangka menyanggupi menyediakan empat paket sabu. Begitu sampai
di tempat yang dijanjikan, petugas yang sudah menunggu, langsung
menggeledah tersangka. Dari dalam kantong baju tersangka, polisi
menemukan empat paket sabu dengan berat kotor 1,47 gram atau berat
bersih 0,67 gram.
Á ÁKemudian, polisi masih melakukan pengembangan, sehingga
langsung menggerebek kediaman tersangka di Jl Pengambangan RT 28.
Di sana, petugas lagi©lagi menemukan enam paket sabu dana ukuran
besar seberat 30,15 gram atau berat bersih 28,95 gram.
Á ÁUniknya, sabu itu disembunyikan di dalam pintu rumah
tersangka. Tak hanya itu, ditemukan pula empat butir tablet diduga
ineks dengan berat 1,43 gram. Butiran tablet berwarna merah muda
dengan logo '5'.
Á ÁIril mengaku bahwa barang©barang haram itu ia peroleh dari Gg
Jemaah Pekauman Banjarmasin, namun ia tak jelas menyebutkan siapa
penyedia barang haram itu. Hanya saja, pelaku menerangkan, sabu dan
ineks itu akan ia sebarkan di kawasan tambang di Tanah Bumbu.
Á ÁSabu setiap 5 gram ia beli seharga Rp8 juta dan dijual kembali
seharga Rp8,2 juta. "Tak ada kerjaan lain, jadi terpaksa
mengedarkan sabu," ucapnya polos.
Á ÁTersangka akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112
ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman
minimal lima tahun. Ã Ãadi

No comments: