Sunday, January 30, 2011

Yunus Tanaga Beri Pernyataan

BANJARMASINÄ Ä © Muhammad Ali, mengaku salah satu komisaris PT
Transcoal Internasional (TI) semakin memojokkan terlapor Rizky
Hanna. Pasalnya, Ali memiliki surat pernyataan salah satu pemilik
saham PT TI, Yunus Tanaga yang justru memperkuat pihak Ali.
Á ÁMinggu (30/1), kuasa hukum M Ali, yakni Ali Syamiarta SH MH
mengatakan, keterangan Yunus Tanaga©lah yang bisa membuat terang
permasalahan.
Á Á"Sebab, Hanna mengklaim sudah mendapat limpahan saham dari
Yunus sehingga merasa berhak berada di PT TI. Kenyataan yang
sebenarnya, Hanna tidak pernah tercatat di manajemen PT TI,
termasuk dalam susunan komisaris," jelas Ali.
Á ÁDalam surat pernyataan tertanggal 27 Januari 2011 tersebut,
Yunus Tanaga, warga Duta Harapan Indah Blok PP No 15, Kapuk Muara,
Jakarta Utara menyatakan, ia yang adalah Direktur PT TI memang
pernah mengeluarkan dokumen kepada CV Berkah Tanah Bumbu (BTB).
Á ÁDokumen itu antara lain, No: 12/TI/TB/IX/2009 tanggal 10
September 2009 tentang Permohonan Izin Pemindahan Kuasa
Pertambangan Eksplorasi. Kemudian, No: 13/TI/TB/IX/2009 tanggal 20
September 2009 tentang Surat Pernyataan Pemindahan Kuasa
Pertambangan Eksplorasi serta tanggal 20 September 2009 tentang
Kesepakatan Pelimpahan Kuasa Pertambangan Eksplorasi.
Á Á"Nah, Hanna pada kesempatan lalu kan menyatakan melalui kuasa
hukumnya, kalau dokumen©dokumen itu palsu. Nah, dengan adanya
pernyataan dari Yunus Tanaga sendiri, maka jelaslah bahwa Yunus
memang pernah dan benar memindahkan KP©nya kepada klien kami,"
cetus Ali.
Á ÁMenurutnya, akibat perbuatan Hanna yang menggembar©gemborkan
kliennya sudah memalsukan sejumlah dokumen penting, maka nama baik
kliennya menjadi tercemar, sehingga kliennya terpaksa mengadukan
balik Hanna ke Dit Reskrim Polda Kalsel.
Á ÁPengaduan dibuktikan dengan Tanda Bukti Laporan No:
TBL/15.a/I/2011/KALSEL/Dit Reskrim tanggal 29 Januari 2011 yang
diterima perwira jaga, Aipda Zaenuddin H.
Á ÁM Ali, warga Jl Transmigrasi Gg Mahakam RT 02 Kelurahan
Barokah Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu selaku
pelapor, melaporkan Rizky Hanna atas perbuataan tidak menyenangkan
sesuai pasal 310 KUHP serta pencemaran nama baik, pasal 335 KUHP.
Á ÁDikatakan kuasa hukum Ali, memang Hanna pernah mengadakan
kesepakatan jual beli saham dengan salah satu pemegang saham PT TI,
Tang Yunus Tanaga pada 7 September 2010 lalu. Namun, karena cek
Bank Mandiri senilai Rp1 miliar yang diberikan Hanna kepada Yunus
ternyata kosong, maka pada 9 September 2010, kesepakatan
dibatalkan.
Á ÁKomisaris Utama PT TI, Markoni Kotto membenarkan kalau Hanna
tidak memiliki hak apa©apa di PT TI. Ditambahkan, CV BTB sudah
melebur ke dalam PT TI setelah proses sebelumnya.
Á ÁMenurutnya, berdasarkan akta notaris PT TI, dewan komisaris
perusahaan terdiri dari dirinya sebagai komisaris utama, kemudian
Muhammad Ali, Tang Yunus Tanaga dan Cicip Hadisucipto.
Á ÁSebelumnya, Hanna, melalui pengacaranya, Adwin Tista SH
melaporkan Direktur CV BTB, M Ali ke Dit Reskrim Polda Kalsel
terkait dugaan pemalsuan surat penting sebagaimana diatur dalam
pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP, Kamis (20/1) lalu.Ô h) 0*0*0*° ° ÔŒÁ ÁAdwin kepada pers menjelaskan, laporan itu sudah dilakukan
secara resmi dengan bukti TBL Nomor: TBL/08.a/I/2011/KALSEL/Dit
Reskrim tertanggal 20 Januari 2011 dan ditandatangani perwira piket
AKP Slamet Ari Wibowo.
Á Á"Kami melaporkan dugaan pemalsuan, karena di atas lahan yang
sah dimiliki PT TI di Desa Suka Damai Blok E II Kecamatan Mentewe
ada pihak laim, yakni VB BTB yang mengklaim memiliki lahan
tersebut. Padahal, jelas©jelas, berdasarkan surat©surat yang asli,
kawasan itu merupakan KP milik klien kami, PT TI yang dipimpin
Hanna," tegas Adwin. Ã Ãadi

No comments: