Thursday, January 20, 2011

Wartawan Berlagak Mafia Kasus

BANJARMASINÄ Ä © Agus, seorang wartawan RRI terpaksa menghuni sel
tahanan Polda Kalsel akibat berlagak jadi mafia kasus. Ini bisa
menjadi peringatan dan bahan pelajaran buat wartawan lainnya agar
jangan coba©coba bermain©main dengan hukum.
Á ÁKamis (20/1), Kasat I Krimum Dit Reskrim Polda Kalsel AKBP
Namora kepada pers membenarkan bahwa pihaknya ada mengamankan
seornag oknum wartawan RRI, Agus akibat melakukan penipuan terhadap
seorang pengusaha batubara ilegal, Kumarlin.
Á ÁMenurut Namora, Agus sebenarnya telah diamankan sejak Selasa
(11/1) lalu setlah ada pengaduan dari Kumarlin yang mengaku merasa
ditipu oleh Agus.
Á Á"Parahnya, dalam penipuan itu, Agus membawa©bawa nama Kapolda
Kalsel. Artinya, ia mengaku mampu memuluskan usaha tambang Kumarlin
yang lagi terkena masalah di Batulicin," tuturnya.
Á ÁDitambahkan, pengusaha batubara tersebut tertipu senilai Rp15
juta dan hampir saja mentransfer uang kembali ke rekening Agus
senilai Rp50 juta.
Á ÁMenurut Namora, mulanya Kumarlin menjalankan usaha batubara di
kawasan Batulicin. Hanya saja, penambangan yang dilakukan Kumarlin
melanggar areal milik PT Arutmin.
Á ÁArutmin merasa keberatan sehingga alat berat Kumarlin ditahan.
Entah bagaimana, Kumarlin bertemu dengan Agus, dan Agus mengaku
mampu menguruskan masalah Kumarlin, sampai usaha tambang milik
Kumarlin jalan kembali.
Á Á"Tersangka kepada korban mengaku kenal baik dengan keluarga
pimpinan kita, sehingga korban percaya saja. Bahkan, pada 15
Desember 2010 lalu, tersangka membawa korban untuk mengurus
langsung ke Kapolda yang kebetulan sedang berada di Hotel Rattan In
saat ada kunjungan anggota Komisi III DPR. Nah, tersangka masuk
mendekati Kapolda dan korban disuruh menunggu di lobi. Begitu
selesai mendekat, tersangka kembali ke korban dan mengatakan bahwa
urusan sudah selesai," tuturnya.
Á ÁAtas jasa itu, tersangka meminta kepada korban uang kontan
senilai Rp25 juta, namun korban saat itu hanya membawa uang tunai
sebesar Rp15 juta. "Penyerahan uangnya dilakukan korban kepada
tersangka di salah satu kantin Polda Kalsel. Penjaga kantin juga
melihat kejadian itu," bebernya.
Á ÁSementara itu, petinggi RRI yang juga wartawan senior, Z
Bagiyo menyayangkan salah seorang oknum wartawan RRI tersangkut
kasus yang tidak berkaitan dengan tugas jurnalistik. "Biar
bagaimana, kita berupaya memberikan bantuan hukum, karena ia masih
karyawan RRI," cetusnya ditemui usai membezuk Agus.
Á ÁSenada, Ketua PWI Kalsel, Fathurrahman juga menyayangkan
tindakan Agus yang justru menodai profesi wartawan. "Seandainya
kasus ini berkaitan dengan tugas jurnalistik, kita tentu akan
memberikan bantuan hukum. Namun, karena ini tak berkaitan dengan
jurnalistik, maka cukup sulit bagi kita," ungkapnya. Ã Ãadi

No comments: