Thursday, January 20, 2011

Sesama Sopir Bara Saling Bacok, Sambung Makmur Mencekam

MARTAPURAÄ Ä © Diduga karena hal sepele, sopir tronton batubara PT
Dalem Sakti, Fadli warga Desa Batang Banyu Kecamatan Sambung Makmur
bersama empat rekannya, melakukan penganiayaan terhadap Syirat
(49), warga Desa Sambung Makmur, Kecamatan Sambung Makmur, Rabu
kemarin (19/1) sekira pukul 15.00 Wita.
Á ÁAkibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bacok
pada bagian lengan dan punggung yang cukup parah, sehingga
dilarikan ke rumah sakit Siaga Banjarmasin. Masalahnya diduga
sepele, yakni saling menyalip di jalan saat mengendarai tronton.
Á ÁDari informasi yang berhasil dikumpulkan koran ini
menyebutkan, aksi penganiayaan bermula ketika tersangka dan korban
terjadi aksi saling©menyalip antar tronton di jalan tambang. Ketika
tersangka berhasil mendahului korban, tersangka bukannya malah
senang dan terus memacu truk besarnya agar menjauh, akan tetapi dia
malah menghalangi tronton korban.
Á ÁKarena kaget mobilnya dihalangi, korban lantas turun dari
mobilnya bermaksud menanyakan apa maksud korban menghalangi
mobilnya. Belum sempat menanyakan apa©apa, dia malah langsung
diserang dengan bacokan bertubi©tubi ke tubuhnya. Akibatnya, korban
langsung ambruk berlumuran darah, sementara tersangka bersama empat
rekannya langsung melarikan diri ketika melihat korban ambruk tak
berdaya.
Á ÁKejadian ini membuat situasi di Desa Batang Banyu memanas.
Untuk menghindari aksi balas dendam warga karena perbuatan
penganiayaan berat yang dilakukan seorang sopir tronton, aparat
Polres Banjar berjaga di TKP.
Á ÁSelain itu juga, Polres Banjar juga menjadi mediator dalam
musyawarah yang dilaksanakan di kediaman H Mansyur, tokoh
masyarakat setempat, antara pimpinan perusahaan batubara yang
karyawannya terlibat aksi tersebut dalam hal ini PT Dalem Sakti dan
PT Gunung Sambung.
Á ÁDikonfirmasi via telepon seluler, Kapolres Banjar AKBP Ebet
Gunandar membenarkan terjadinya aksi penganiayaan tersebut. Ia
meminta pimpinan perusahaan masing©masing agar bisa mengendalikan
dan menetralisir karyawannnya, sehingga tidak terjadi bentrok antar
desa.
Á Á"Sudah ada musyawarah. Kami minta semua pihak menahan diri
agar tidak terjadi hal©hal yang tidak diinginkan," katanya.
Á ÁSaat ini tambahnya, aparat masih mengejar tersangka yang
setelah kejadian langsung melarikan diri, untuk mengetahui apa
sesungguhnya motif penganiayaan.
Á Á"Aparat masih melakukan penyelidikan. Tersangka masih dalam
pengejaran petugas. Kami berterima kasih pada warga, terutama
tokoh©tokoh masyarakatnya yang ikut menjaga situasi kondusif di
sana," pungkasnya.
Á ÁSementara itu, Camat Sambung Makmur Gusti Surya saat dihubungi
via telpon sedang tidak aktif. sup/adi

No comments: