Thursday, January 27, 2011

Polda Gelar Rekonstruksi Mutilasi

MARTAPURAÄ Ä © Reka ulang alias rekonstruksi mutilasi terhadap Fatma
alias Fatma digelar oleh Polda Kalsel bersama Polres Banjar, Kamis
(27/1) di kawasan Hutan Pinus Kelurahan Mentaos Banjarbaru.
Á ÁNamun, rekontruksi terpaksa dihentikan, lantaran salah seorang
tersangka berontak dan menolak untuk meneruskan reka ulang itu.
Á ÁReka ulang digelar sekitar pukul 10.45 wita. Awalnya, semula
gelar rekonstruksi ini berjalan lancar, 7 orang tersangka
memperagakan perannya masing©masing. Setelah adegan sembilan
berjalan, di mana semua tersangka dan korban sudah berada dalam
kawasan Hutan Pinus, tiba©tiba saja salah seorang tersangka yang
bernama Fendi (22) menolak melanjutkan reka ulang.
Á ÁTersangka menolak. "Sudah stop, tidak usah dilanjutkan, ini
semua rekayasa," ucapnya dengan mimik muka yang terlihat sangat
tertekan. Reaksi Fendi ini bukan hanya dengan kata©kata, tetapi
tersangka yang dikabarkan mantan kekasih korban ini juga berusaha
melukai diri dengan cara menggores tangannya untuk melukai urat
nadi dengan batu yang didapatnya di lokasi rekonstruksi.
Á Á"Saya berani mati. Mereka tidak melakukannya," akunya sambil
berusaha menyayat pergelangan tangannya.
Á ÁSementara itu, enam tersangka lainnya yakni Ardiansyah alias
Sawa (24), Akramudin alias Icun (18), M Aldiansyah alias Tole (16),
Alamsyah alias Ancah (20), Alex Pratama alias Alex (19), dan M
Syafi'i Rifani alias Erfan (15), hanya terdiam diri melihat reaksi
Fendi.
Á ÁMelihat hal ini, pihak kepolisian yang menggelar rekonstruksi
tidak berdiam diri saja. Pihak kepolisian langsung mengamankannya,
dan meminta Fendi berhenti berkata©kata. Dan tidak berapa lama
kemudian para tersangka tersangka lainnya langsung dibawa kembali
ke Polres Banjar dengan pengawalan ketat aparat.
Á ÁSementara itu, Kanit Jantanras Polda Kalsel Kompol Johansyah
menyatakan penolakan tersangka untuk melanjutkan proses
rekonstruksi, lantaran tersangka dalam kondisi ketakutan.
Á Á"Dari pengakuan tersangka ia ketakutan kalau©kalau di lokasi
rekonstruksi ada keluarga korban," katanya.
Á ÁNamun ungkapnya, Rabu malam sebelum rekonstruksi di TKP, pihak
kepolisian sudah melakukan pra rekonstruksi, dan pada gelar pra
rekonstruksi tersebut berjalan dengan lancar, karena itu ada
kemungkinan tidak akan dilakukan rekonstruksi ulang.
Á Á"Sebenarnya rekonstruksi ini hanya syarat saja, tidak
dilaksanakan pun tidak masalah, apalagi malam sebelumnya kami sudah
menggelar pra rekon. Kami akan analisa kembali apakah perlu
rekonstruksi ulang," pungkasnya. Ã Ãsup/adi

No comments: