Wednesday, January 19, 2011

Perkara KPU Tahap Pemberkasan

BANJARMASIN Ä Ä© Tiga kasus dugaan korupsi yang telah ditangani
Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin, satu dalam tahap pemberkasan
yakni perkara gratifikasi KPU Kota Banjarmasin.
Á ÁSedangkan dua perkara masih dalam tahap pemeriksaan saksiªsaksi, yakni perkara dugaan korupsi pada Dinas Pengelolaan Pasar
Kota Banjarmasin, dan Perusda Kayuh Baimbai.
Á Á"Untuk kasus gratifikasi KPU Kota Banjarmasin dalam tahap
pemberkasan dan secepatnya akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri
(PN) Banjarmasin," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi
Pidsus) M Irwan SH, ketika dikonfirmasi, Rabu (19/1) kemarin.
Á ÁSementara itu untuk perkara korupsi pada Dinas Pasar Kota
Banjarmasin dan Perusda Kayuh Baimbai masih dalam tahap pemeriksaan
saksi©saksi.
Á ÁUntuk perkara Perusda Kayuh Baimbai, Kejari Banjarmasin telah
memanggil dua orang saksi untuk dimintai keterangan, sedangkan
untuk perkara Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, hingga saat
ini telah memanggil dan memeriksa sekitar sembilan orang saksi.
Á Á"Barusan saja kita memeriksa tiga orang saksi mengenai kasus
Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin, jadi saat ini sudah
sekitar sembilan orang saksi telah diperiksa dan kita pintai
keterangan," ungkapnya.
Á ÁDilanjutkannya, untuk perkara gratifikasi di KPU Kota
Banjarmasin yang dalam tahap pemberkasan tersangkanya tetap seperti
semula, bersinisial GF.
Á Á"Ketiga perkara dugaan korupsi yang kita tangani tersangka
masih yang dulu," bebernya.
Á ÁPenyidik telah melakukan penyitaan barang bukti berupa uang
Rp25.000.000 pemberian dari tersangka berinisial GF kepada PNS KPU
Kota Banjarmasin yang akan dijadikan barang bukti.
Á ÁDiketahui dalam kasus dugaan korupsi pada Dinas Pengelolaan
Pasar Kota Banjarmasin pihak telah menetapkan tersangka berinisial
Suk dan Mar.
Á ÁDugaan korupsi di dinas ini terkait perjalanan dinas fiktif,
dan negara dirugikan sebesar Rp60 juta.
Á ÁSedangkan kerugian daerah akibat ulah Direktur Peruda Kayuh
Baimbai ini senilai Rp1,3 miliar, di antaranya dengan menjalin
kerjasama dengan CV Sumber Cahaya Abadi, di mana Perusda
menyerahkan dana sebesar Rp500 juta pada tahun 2007.
Á ÁHingga saat ini uang tersebut belum dikembalikan bersama
keuntungannya, dan jika dijumlahkan seluruhnya sekitar Rp1,3
miliar.
Á ÁKejari Banjarmasin juga telah menetapkan Direktur Perusda
Kayuh Baimbai sebagai tersangka yang berinisial MH.Ã Ã ris/adi

No comments: