Friday, January 28, 2011

Perkara Emmy Siap Disidangkan

BANJARMASINÄ Ä © Berkas perkara dugaan penipuan tentang penyerobotan
tanah dengan terdakwa Emmy Mardiana telah sampai ke Pengadilan
Negeri (PN) Banjarmasin, bahkan berkas tersebut sudah dinyatakan
lengkap dan siap untuk disidangkan.
Á ÁPanitera Muda Bidang Pidana H Hudriansyah, ketika dikonfirmasi
mengatakan kalau berkas kasus dugaan penipuan penyerobotan tanah
dengan terdakwa Emmy Mardiana telah pihaknya terima.
Á Á"Berkasnya sudah beberapa hari yang telah lewat kita terima,
dan majelis hakim serta jaksa penuntut umum (JPU) telah ditentukan,
tinggal mengatur jadwal hari akan disidang," katanya.
Á ÁBahkan untuk lebih jelasnya, Hudri panggilan sehari©hari
mengarahkan kepada bagian panitera yang menurutnya adalah Sirait
SH.
Á ÁMenurut Sirait, memang benar kalau berkasnya sudah ia terima
dan tinggal menunggu persidangannya saja lagi. Rencananya sidang
dimulai pada Senin tanggal 31 Januari 2011.
Á ÁIa juga menjelaskan, pada persidangan nantinya majelis
hakimnya diketuai Amril SH MHum, bersama dua hakim anggota Suswanti
SH MH dan Ekova Rahayu Avianti SH MH, dengan JPU Arif Rahman SH MH.
Á Á"Sidang perdana akan dilaksanakan Senin (31/1) depan ini, dan
majelis hakim serta JPU juga sudah ditentukan," kata Sirait
singkat. Á ` ` ÁSirait juga sempat menyinggung kalau persidangan
nantinya, Wali Kota Banjarmasin H Muhiddin, bakal hadir sebagai
saksi.
Á ÁTerdakwa Emmy Mardiana (50), warga Jl Karang Anyar Kompleks
Balitan Jaya Permai Blok I No 14 RT 01 RW 08, Kecamatan Loktabat
Utara, Banjarbaru, didakwa telah melanggar pasal 263 ayat (2) KUHP.
Á ÁTerdakwa telah dengan sengaja memakai surat palsu atau yang
dipalsukan seolah©olah sejati jika pemakaian surat itu dapat
menimbulkan kerugian.
Á ÁSedangkan dalam dalam dakwaan kedua, terdakwa dianggap
melanggar pasal 385 ayat (2) KUHP, yang bunyinya dalam berkas
dakwaan, terdakwa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri
atau orang lain dengan melawan hak menjual, menukar, atau
menjadikan tanggungan utang sesuatu hak rakyat dalam memakai tanah
pemerintah atau tanah partikulir atau sesuatu rumah, pekerjaan,
tanaman atau bibit di tanah tempat orang menjalankan hak rakyat
memakai tanah itu, sedang diketahuinya bahwa orang lain yang berhak
atau turut berhak atas barang itu.
Á ÁDiberitakan sebelumnya, terdakwa menjual tanah bermasalah
seluas 85 X 340 meter ke H Muhidin (49), warga Kompleks Bunyamin
Raya V No 19 Banjarmasin, pada 20 Desember 2006. Berdasar surat
jual putus, tanah dihargai Rp1.445.500.000 atau Rp1,4 miliar.
Á ÁNamun, dari barang bukti kuitansi yang ada pada Emmy,
pembayaran tanah tersebut dilakukan secara nyicil, mulai 10
Februari 2007 hingga 4 Mei 2007 dengan total sekitar Rp600 juta.
Á ÁEmmy, warga Banjarbaru dilaporkan Nirwanati (68), warga Jl
Pulo Mas III A/9 RT 004 RW 012 Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Pulau
Gadung Jakarta Timur karena diduga sudah merugikan pelapor, setelah
memalsukan SHM No 21/1972.
Á ÁKuasa hukum Nirwanati, Ketut Bagiada SH yang berkantor Jl Hang
Tuah No 34A Sanur, Denpasar, Bali menerangkan kepada pers, akibat
tindakan Emmy, kliennya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar, akibat tanah miliknya di Jl A Yani Km 17,45 Gambut, Kabupaten
Banjar sesuai SHM Nomor 537, pengeluaran Sertifikat Sementara
tanggal 10 Nopember 1977, di Desa Gambut, Kecamatan Gambut,
Kabupaten Banjar, Gambar Situasi No 602/77 seluas 10.000 meter
persegi atas nama Nirwanati, diserobot Emmy.
Á ÁDari hasil penelitian tim ad hoc yang ditandatangani Kepala
Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara
Pertanahan Amir Machmud Tjiknawi SH MH, diduga kuat SHM No 21/1972
atas nama Miansyah palsu atau hasil menyontek SHM No 21/1972 atas
nama L Koenoem yang letak tanahnya di Jl A Yani Km 13,600. Ã Ãris/adi

No comments: