Thursday, January 27, 2011

Perjalanan Dinas Kominda Dipertanyakan

à ÃMARTAPURAÄ Ä © Keberangkatan anggota Komunitas Intelijen Daerah
(Kominda) Banjar ke Batam, Johor dan Singapura akhir tahun lalu
dengan menggunakan dana cukup besar meninggalkan kesedihan
tersendiri bagi seorang anggotanya.
Á ÁSelain ia tidak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut, ia
harus rela dimutasi dari Badan Kesejahtreraan dan Perlindungan
Masyarakat (Kesbanglinmas) Banjar, setelah melaporkan kejanggalan
keberangkatan yang mengikutsertakan orang di luar anggota Kominda.
Á Á"Saya sangat kecewa. Kenapa saya memberitahukan kejanggalan
justru disingkirkan. Sekarang saya dimutasi ke Korpri, " ujar staf
pada Badan Kesbanglinmas Banjar yang meminta namanya dirahasiakan.
Á ÁPadahal ungkapnya, namanya selaku anggota Kominda sudah
tercatat masuk dalam daftar anggota yang berangkat melakukan
perjalanan dinas tersebut. Sayangnya, ia justru tidak
diikutsertakan oleh Fathul Jannah selaku Kabid Kesbang pada Badan
Kesbanglinmas Banjar, melainkan malah mengikutsertakan orang di
luar anggota yakni Kabid HAL pada Badan Kesbanglinmas dan staf
keuangan.
Á ÁPadahal, dalam daftar perjalan dinas oleh tim Kominda Banjar
selama tiga hari itu, tidak dicantumkan ada orang di luar anggota
atau pembina Kominda yang ikut serta. Nah, ia mencurigai kalau
namanya digunakan oleh orang lain dalam perjalanan dinas itu.
Á Á"Saya ditinggal begitu saja tanpa pemberitahuan. Karena saya
kesal, saya laporkan pada Wabup sehari sebelum keberangkatan,"
katanya.
Á ÁIronisnya, ungkapnya, setelah ia melaporkan permasalahan
keberangkatan tersebut ke Wakil Bupati Banjar H Fauzan Saleh, yang
mengatakan akan memanggil Fathul Jannah, justru dirinya malah
termutasi ke instansi lain.
Á Á"Saya tidak mempermasalahkan ditugaskan dimana saja. Tapi
mutasi saya tepat setelah saya melaporkan kejanggalan itu. Ada apa
ini," tanyanya.
Á ÁMemang terangnya, ia baru menerima surat mutasi tersebut pekan
lalu. Namun tanggal SK Bupati tersebut bertanggal 15 Desember 2010,
dalam artian surat sudah keluar sepekan setelah ia melaporkan
kejanggalan tadi.
Á Á"Saya ini staf, bukan pejabat. Jadi kalau saya dimutasi
berarti ada dua kemungkinan besar. Pertama, memang saya yang
meminta atau kedua, pihak kantor saya yang mengusulkan," terangnya
panjang lebar.
Á ÁTidak sampai di situ, ia juga mengungkap keburukan, Fachtul
Jannah, Kabid Kesbang di Badan Kesbang Linmas Kabupaten Banjar,
yang kerap melakukan pemotongan dana honororium bagi para staf
dalam rangka sosialisasi pekat yang dicairkan per triwulan sejumlah
Rp750 ribu.
Á Á"Dalam setiap kegiatan sosialisasi pekat kami dapat honor
Rp250 ribu dan dibayar per triwulan. Seharusnya kami terima Rp750
ribu setelah potong pajak, tapi selama dua tahun kami selalu
menerima hanya Rp500 ribu," urainya.
Á ÁSelama ini, tambahnya, pihaknya sudah menahan diri untuk tidak
mempermasalahkan hal tersebut. Namun ketika dirinya merasa sangat
dizalimi oleh pelaku, dirinya tidak tahan lagi.
Á Á"Saya sudah tidak tahan lagi, saya siap buka©bukaan terkaitÔ h) 0*0*0*° ° Ô hal ini. Dia selama menduduki posisi Kabid Kesbang selalu memotong
dana honor," tudingnya.
Á ÁKepala Badan Kesbanglinmas Banjar Khairil Anwar saat akan
dikonfirmasikan masalah ini tidak berada di kantornya. Ã Ãsup/adi

No comments: